Otoritas mengatakan bahwa meskipun data FDR dan CVR sangat penting untuk investigasi, keduanya bukan satu-satunya sumber bukti.
"Investigasi melibatkan analisis berbagai sumber informasi, termasuk catatan kontrol lalu lintas udara, rekaman video kecelakaan, dan puing-puing dari lokasi kejadian," ungkap mereka.
Komponen Black box telah dikirim ke NTSB di Washington pekan lalu untuk verifikasi silang guna memastikan keandalan data.
Penyelidik Korea Selatan yang dikirim ke NTSB dijadwalkan kembali ke Korea pada Senin (13/1) untuk melanjutkan penyelidikan di dalam negeri.
BACA JUGA:2 Awak Kabin Selamat dari Kecelakaan Pesawat Jeju Air yang Tewaskan 174 Jiwa, Begini Kondisi Korban!
Sebelumnya terkait korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, pihak Kementerian menyebutkan empat dari jenazah yang sudah teridentifikasi telah diserahkan ke keluarga untuk menjalani prosesi pemakaman.
Sebagai informasi Badan Nasional keselamatan Transportasi, Amerika Serikat beserta produsen pesawat Boeing telah berada di lokasi kecelakaan untuk mensuport proses penyelidikan kecelakaan oleh Korea Selatan.
Korban tewas dalam kecelakaan ini mencapai 179 orang dan berhasil di identifikasi 174, dan otoritas Korea Selatan setempat telah menyimpan jasad korban di gudang pendingin sementara di Hanggar bandara.
Pihak Pejabat Kementerian Agraria, Infrastuktur dan Transportasi menyebutkan jika masih memeriksa lima identitas korban yang belum teridentifikasi.
BACA JUGA:Sosok 2 Pramugari Pesawat Jeju Air yang Selamat dalam Kecelakaan yang Tewaskan 179 Penumpang
BACA JUGA:Bikin Mewek, Pesan Pilu Penumpang di Detik Akhir Sebelum Jeju Air Jatuh, Isinya Bikin Tersentak!
"Dari 32 orang yang gagal diidentifikasi melalui sidik jari, kami berhasil mengidentifikasi 17 di antaranya lewat tes DNA tahap pertama dan 10 lagi teridentifikasi melalui tes DNA tahap kedua," demikian pernyataan kementerian tersebut.
"Kami masih memastikan identitas lima korban lainnya karena ada inkonsistensi pada DNA mereka," tandasnya.