Namun kenyataan berbeda.
Pada Juli 2025, film tersebut resmi dirilis dengan judul Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan, yang jelas mengadopsi dua frase penting dari lagu-lagu Nadin, yaitu Bertaut (2020) dan potongan lirik dari Semua Aku Dirayakan (2023).
Ungkapan Kekecewaan Nadin Amizah
Nadin menyatakan bahwa meski tidak memiliki hak cipta atas kata “bertaut” maupun “semua dirayakan”/Kolase Bacakoran.co--Instagram @cakecaine
Lewat unggahan Instagram Story pada 29 Juli 2025, Nadin menyatakan bahwa meski tidak memiliki hak cipta atas kata “bertaut” maupun “semua dirayakan”, ia tetap merasa kecewa atas minimnya respek yang diberikan oleh pihak rumah produksi.
“Menurutku bahkan tanpa pedoman legal pun, respect tetap pantas diberikan pada satu sama lain,” tulisnya.
Lebih lanjut, Nadin mempertanyakan urgensi Sinemart menggunakan istilah-istilah yang lekat dengan karyanya, padahal ia sudah menolak dari awal.
Ia menyayangkan bagaimana lagu yang sangat personal, yang ia tulis untuk sang bunda, kini justru dimaknai dalam konteks film romantis yang jauh dari maksud asli penciptaannya.
“Karena lirik pertamanya saja langsung ‘bun’. ‘Bun’ itu maksudnya bukan ‘bun sayang’ begitu, tapi ‘bunda’. Jadi aku enggak ingin itu disalahartikan,” ungkapnya dalam sebuah video yang diunggah dalam instagram story-nya
Reaksi Netizen Kritik dan Boikot
BACA JUGA:Ari Lasso Singgung Musisi Muda Soal Riders yang Ribet saat Manggung: Promotor adalah Partner!
BACA JUGA:Innalilahi, Musisi Lucu Gusti Irawan Wibowo Tutup Usia, Ini Perjalanan Karir Bermusik Gustiwiw
Dalam unggahan akun Instagram film Bertaut Rindu @bertautrindu_movie mnetizen langsung melayangkan komentar pedas.
Banyak yang menyuarakan dukungan terhadap Nadin Amizah dan mengecam tindakan rumah produksi tersebut yang dianggap tidak etis.
"Waduhh wkwk inspired by lagu lagu nadin amizah hahaha."
"Jangan ditonton guys, boycott. ga di izinin sama nadin tetep dipake, malu banget mana placement “bertaut” ga cocok lagi di film ini, minimal dengerin dulu tuh lagu bertaut baru dibikin judul kocakk."