Mana menekankan agar setiap pemain, harus menikmati setiap momen dalam sepakbola, mulai dari berlatih hingga bertanding.
“Untuk menjadi pemain sepakbola yang hebat, kita harus menikmati prosesnya. Menjalani latihan dengan gembira, sehingga kita akan konsisten. Kemudian saat bertanding, kita harus fokus, mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki di lapangan,” pesannya.
Coaching Clinic With Mana Iwabuchi diawali dengan Ice Breaking & Warming Up yang dimaksudkan untuk membangun suasana yang menyenangkan dan mempersiapkan fisik peserta. Kemudian Technical Session, yakni sesi latihan intensif yang berfokus pada teknik dasar sepak bola. Dalam sesi ini, peserta akan dibagi menjadi empat grup.
Setiap grup, dengan sekitar 16-25 pemain, secara bergiliran mengikuti empat pos pelatihan yang berbeda. Setiap pos akan dipandu oleh satu pelatih profesional dan fokus pada satu aspek kunci dalam sepak bola.
Keempat pos tersebut dibagi menjadi dribbling, passing, ball control, dan shooting.
Setelah itu, diadakan Mini Tournament yang menjadi kesempatan buat peserta untuk mengaplikasikan kemampuan masing-masing di lapangan.
BACA JUGA:Siswi SD dan MI Semakin Tertarik Bermain Sepak Bola Gegara MilkLife Soccer Challenge, Kok Bisa?
Sesi yang paling ditunggu para peserta adalah Meet & Greet bersama Mana Iwabuchi, di mana dalam sesi ini memungkinkan peserta untuk bertanya dan berinteraksi langsung.
“Pastinya senang banget ya, bisa ketemu dan main bareng Mana Iwabuchi. Ini jadi motivasi buat saya, dan saya semakin yakin bisa menjadi atlet sepakbola dunia seperti dia,” terang peserta asal Tangerang, Aira Septiyani.
Kegembiraan serupa diungkap Andara Alisya peserta asal Jakarta. Ia mengatakan, sebagai legenda sepakbola Jepang, ternyata Mana Iwabuchi adalah sosok yang ramah, sehingga membuat sesi coaching clinic berjalan dengan menyenangkan.
Ia berharap program coaching clinic seperti ini bisa terus dilakukan agar semakin banyak kesempatan pemain sepakbola putri untuk menimba ilmu.
“Saya sangat termotivasi dengan Mana Iwabuchi, dan
pengen mengikuti jejak dia menjadi pemain sepakbola sampai ke Eropa. Mudah-mudahan latihan seperti ini bisa sering dilakukan jadi saya bisa terus belajar,” jelas Andara.