Ubed mengaku, saat bertanding di Kejuaraan Asia Junior kemarin sempat tegang dan ada beban. Ini karena dia menyadari ada banyak harapan yang dibebankan di pundaknya.
“Namun saya kemudian fokus. Gak mau terlalu banyak mikirin banyak hal, fokus saja pada diri sendiri,” terangnya.
“Saya biasa menelepon kedua orang tua dan keluarga sebelum bertanding. Selain mendengarkan musik. Itu cara saya untuk mengatasi tekanan sebelum bertanding,” lanjutnya.
BACA JUGA:PBSI Kuak Alasan Turunkan 23 Pemain Timnas di Sirkuit Nasional A DKI Jakarta
“Saya senang akhirnya bisa juara karena sudah lama tidak juara di tunggal putra di Kejuaraan Asia Junior. Akhirnya bisa merebut juara di Kejuaraan Asia Junior,” ungkapnya.
Capaian Ubed pun mendapatkan apresiasi dari pelatih Tunggal Putra PB Djarum Fung Permadi.
“Sebagai pelatih di PB Djarum, kami bangga atas pencapaian Ubed. Karena kami melihat Ubed adalah salah satu atlet terbaik. Membicarakan teknik, kekuatan fisik, cara berpikir, dan semangat, Ubed memiliki semua kualitas itu. Dia juga punya mental juara dan konsistensi. Jadi kami menaruh harapan besar untuk terus meraih prestasi yang lebih baik di masa depan,” ujar Fung Permadi, pelatih Tunggal Putra Indonesia.
Dalam kesempatan pemberian bonus, PB Djarum juga apresiasi ganda campuran Ikhsan Lintang/Rinjani Nastine yang menjadi runner up. Kemudian Richie Richardo sebagai semifinalis tunggal putra, dan ganda putri Riska Anggraini/Rinjani Kwinnara Nastine sebagai semifinalis. Masing-masing atlet mendapatkan TV Polytron 43”.