bacakoran.co

LPDP Klarifikasi Polemik Alumni Penerima Beasiswa Negara yang Pamer Paspor Inggris Anak!

LPDP Klarifikasi Polemik Alumni Penerima Beasiswa Negara yang Pamer Paspor Inggris Anak--Warta Kota - Tribunnews.com

BACAKORAN.CO - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akhirnya menanggapi kontroversi viral seorang alumni yang memamerkan paspor asing anaknya di media sosial.

LPDP menyayangkan kegaduhan yang timbul dan menegaskan sikap resminya atas kasus tersebut.  

Pernyataan ini muncul setelah video Dwi Saseti Ning Tias viral karena menunjukkan paspor Inggris milik anaknya.

Dalam rekaman, ia tampak haru membuka surat dari Home Office Inggris dan menyebut dokumen itu sebagai “paket bukan sembarang paket” yang akan mengubah masa depan sang anak.

BACA JUGA:Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Syarat dan 6 Kota Tujuan

BACA JUGA:Janji Masuk Polwan Berujung Tipu Uang Rp820 Juta, Oknum Polisi di Sumsel Dilaporkan

Kontroversi makin panas setelah ia berkata, “cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan,” yang memicu kritik luas mengingat ia dan suaminya merupakan penerima beasiswa LPDP dari dana publik.  

Sikap Resmi LPDP  

Melalui akun resmi, LPDP menegaskan:  

- Pernyataan Tias tidak mencerminkan integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada penerima beasiswa.  

BACA JUGA:Penyanyi Indonesian Idol Piche Kota Jadi Tersangka Kasus Asusila Anak di Belu, Terancam 15 Tahun Penjara!

BACA JUGA:Rumah di Blimbingsari Sleman Ludes Terbakar, Diduga Simpan Kembang Api dan Petasan, 2 Motor Hangus

- Sesuai aturan, penerima beasiswa wajib mengabdi di Indonesia minimal lima tahun setelah lulus. Tias disebut sudah menuntaskan kewajiban tersebut, sehingga secara administratif LPDP tak lagi terikat dengannya.  

- Meski begitu, LPDP tetap mengingatkan pentingnya kebijaksanaan bermedia sosial serta tanggung jawab kebangsaan sebagai alumni program strategis negara.  

LPDP Klarifikasi Polemik Alumni Penerima Beasiswa Negara yang Pamer Paspor Inggris Anak!

Ayu

Ayu


bacakoran.co - lembaga pengelola dana pendidikan (lpdp) akhirnya menanggapi kontroversi viral seorang alumni yang memamerkan paspor asing anaknya di media sosial.

lpdp menyayangkan kegaduhan yang timbul dan menegaskan sikap resminya atas kasus tersebut.  

pernyataan ini muncul setelah video dwi saseti ning tias viral karena menunjukkan paspor inggris milik anaknya.

dalam rekaman, ia tampak haru membuka surat dari home office inggris dan menyebut dokumen itu sebagai “paket bukan sembarang paket” yang akan mengubah masa depan sang anak.

kontroversi makin panas setelah ia berkata, “cukup aku saja yang wni, anak-anakku jangan,” yang memicu kritik luas mengingat ia dan suaminya merupakan penerima beasiswa lpdp dari dana publik.  

sikap resmi lpdp  

melalui akun resmi, lpdp menegaskan:  

- pernyataan tias tidak mencerminkan integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan kepada penerima beasiswa.  

- sesuai aturan, penerima beasiswa wajib mengabdi di indonesia minimal lima tahun setelah lulus. tias disebut sudah menuntaskan kewajiban tersebut, sehingga secara administratif lpdp tak lagi terikat dengannya.  

- meski begitu, lpdp tetap mengingatkan pentingnya kebijaksanaan bermedia sosial serta tanggung jawab kebangsaan sebagai alumni program strategis negara.  

sorotan ke suami alumni  

perhatian publik kini beralih ke suaminya, arya iwantoro, yang juga alumnus lpdp.

berdasarkan keterangan resmi, ada dugaan arya belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya.

lpdp menyatakan akan memanggil arya untuk klarifikasi dan siap menindak jika terbukti lalai, termasuk kemungkinan pengembalian dana beasiswa.  

awal mula video viral  

video tias yang memperlihatkan kebahagiaan atas kewarganegaraan inggris anaknya memicu perdebatan luas.

ia menyebut telah menunggu proses selama empat bulan dan berharap anak-anaknya memiliki “paspor kuat.”

publik kemudian menelusuri riwayat pendidikan pasangan tersebut dan mempertanyakan komitmen pengabdian mereka.  

tias sudah menyampaikan permintaan maaf, mengakui ucapannya lahir dari rasa kecewa terhadap kondisi di indonesia, namun menyadari pernyataan itu melukai banyak pihak.  

kasus lain yang jadi sorotan  

di tengah polemik lpdp, sejumlah peristiwa lain juga mencuat:  

- di tual, maluku, seorang pelajar 14 tahun meninggal diduga akibat penganiayaan oknum brimob.  

- di sukabumi, jawa barat, remaja 12 tahun tewas diduga dianiaya ibu tiri.  

- di papua pegunungan, satgas damai cartenz menangkap dua buronan kkb di yahukimo.  

berbagai kasus ini menunjukkan dinamika hukum dan sosial yang tengah berlangsung.

namun polemik lpdp tetap menjadi sorotan utama karena menyangkut moral, nasionalisme, dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara.  

Tag
Share