Selain itu, video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan rantis bertuliskan Brimob tersebut melaju cepat di tengah kerumunan warga.
Massa yang semula bubar kembali mengepung kendaraan tersebut, memukuli bodi mobil dan bahkan mengejar rantis yang tetap melaju tanpa menghiraukan korban.
Atas, insiden tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas insiden tragis tersebut.
“Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujarnya dilandir Bacakoran.co dari Kompas.com.
Ia juga memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk menindaklanjuti kasus ini secara menyeluruh.
Penjagaan Ketat dan Aroma Gas Air Mata Masih Tercium
BACA JUGA:Terungkap! 7 Polisi Brimob Ada di Dalam Barakuda yang Lindas Driver Ojol hingga Tewas
BACA JUGA:Respon Istana Soal Tragedi Tragis Barakuda Lindas Pengemudi Ojol Saat Demo di DPR
Hingga Jumat pagi pukul 07.00 WIB, anggota kepolisian berseragam antiteror masih berjaga ketat di depan Mako Brimob Kwitang.
Meski tidak terjadi bentrokan langsung, massa aksi masih berkerumun di sekitar lampu merah Senen arah Atrium.
Bau gas air mata masih menyengat, dan asap mengepul di beberapa titik.
Sebagian demonstran terlihat mengoleskan pasta gigi di bawah mata untuk mengurangi efek gas air mata.
Lalu lintas dari arah Salemba dialihkan ke flyover Senen, namun tetap tersendat.
Banyak pengendara memilih putar balik dan mencari jalur alternatif.
Ledakan Petasan dan Pembakaran Pos Polisi
BACA JUGA:Ketegangan Memuncak di Kwitang: Massa Ojol Kepung Mako Brimob Usai Insiden Tragis!
BACA JUGA:Demo Tolak Tunjangan DPR Makan Korban, 1 Orang Ojol Tewas Terlindas Mobil Rantis Polisi
Pantauan di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB menunjukkan ribuan massa masih bertahan, meski beberapa kali dihalau dengan tembakan gas air mata.