"Hallo guys, Assalamualaikum wr wb, ini gak tahu kenapa kok gue viral ya. Yang gue bilang itu sebenernya gak beneran ya. Bu Sri Mulyani bukan Agen CIA atau IMF ya,” ujar Yudo sambil tersenyum.
Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanyalah candaan yang ditujukan kepada teman-temannya.
“Gue hanya becanda sama temen gue di Insta Story. Tapi enggak tahu ada yang goreng kayaknya ya, jadi viral,” lanjutnya.
Yudo juga menyebut bahwa candaan tersebut ditujukan kepada kelompok tertentu yang ia sebut sebagai “ternak Mulyono”, meski istilah ini belum jelas siapa yang dimaksud secara spesifik.
“Tapi aku klarifikasi nih, itu tidak benar, itu hanya jokes yang diberikan kepada teman-teman aku, terhadap ternak Mulyono lah. Aku bilang agen CIA ya ternak Mulyono,” katanya sambil tertawa lagi.
Meski merasa unggahannya telah digoreng oleh pihak tertentu, Yudo tetap menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
BACA JUGA:Menanti Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa, Menkeu Baru Pengganti Sri Mulyani
“Nah ini ada yang goreng kayaknya guys. Jadi ya udah lah, dan aku mohon maaf, dan itu tidak benar sama sekali ya. Wassalamualaikum wr wb,” tutupnya.
Unggahan tersebut kini telah dihapus dari akun Instagram Yudo Sadewa.
Namun, jejak digitalnya telah menyebar luas dan memicu diskusi di berbagai platform media sosial.
Sebagai latar belakang, Purbaya Yudhi Sadewa, ayah dari Yudo, dilantik sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani.
Purbaya merupakan seorang ekonom dan insinyur lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan meraih gelar Master serta Doktor di bidang Ilmu Ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020–2025.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di era digital, setiap unggahan di media sosial dapat berdampak besar, terutama jika berasal dari figur publik atau keluarga pejabat negara.
Klarifikasi dan permintaan maaf Yudo Sadewa memang telah disampaikan, namun polemik yang muncul menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam berkomunikasi di ruang publik.