BACAKORAN.CO - Emping melinjo kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang karena dianggap kurang baik bagi kesehatan, terutama terkait kadar purin yang bisa memicu asam urat.
Namun, di balik stigma tersebut, camilan tradisional ini menyimpan segudang manfaat yang jarang diketahui.
Jika dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan, emping melinjo justru bisa menjadi sumber nutrisi yang mendukung berbagai fungsi tubuh.
Apa Itu Emping Melinjo?
Emping melinjo merupakan camilan khas Indonesia yang terbuat dari biji melinjo (Gnetum gnemon).
Proses pembuatannya cukup sederhana, yakni biji melinjo dipipihkan, dijemur, lalu digoreng hingga kering dan renyah.
Rasanya gurih dan teksturnya renyah, menjadikannya favorit sebagai pelengkap berbagai hidangan Nusantara seperti gado-gado, nasi uduk, atau soto Betawi.
BACA JUGA:Cara Membuat Emping Jagung Enak gurih, Maknyus boss!
BACA JUGA:Emping Melinjo, Dituding Penyebab Asam Urat Naik, Benarkah?
Meski tampilannya sederhana, biji melinjo ternyata mengandung berbagai zat gizi penting seperti protein, serat, kalium, fosfor, magnesium, dan senyawa antioksidan.
Kandungan ini menjadikan emping melinjo bukan sekadar camilan, tetapi juga berpotensi sebagai makanan fungsional jika dikonsumsi dengan porsi yang tepat.
Kandungan Gizi dan Manfaat Emping Melinjo
Berikut beberapa manfaat emping melinjo berdasarkan kandungan nutrisinya.
1. Menunjang Kesehatan Pencernaan
BACA JUGA:Stres Bisa Merusak Lambung! Ini Fakta Mengejutkan Hubungan Stres dan Masalah Pencernaan
BACA JUGA:Sembelit Setelah Makan Daging? Ini 5 Cara Ampuh Agar Pencernaan Kembali Lancar!
Emping melinjo mengandung serat yang cukup baik untuk melancarkan sistem pencernaan.