BACAKORAN.CO — Setelah viral di media sosial X (sebelumnya Twitter), laporan kehilangan iPhone milik seorang warga negara asing (WNA) akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
Respons ini muncul setelah unggahan emosional dari pemilik akun @jenbiverse memicu lebih dari 1.600 komentar dari warganet Indonesia yang mengecam buruknya pelayanan aparat.
Awalnya, laporan tersebut sempat diabaikan.
Bahkan, @jenbiverse menyebut polisi Indonesia “tidak berguna” karena merasa tidak dilayani saat melaporkan penjambretan yang dialaminya.
“Maaf harus mengatakan ini, tetapi polisi di Indonesia benar-benar tidak berguna,” tulisnya pada Senin, 29 September 2025.
Ia mengaku telah berada di kantor polisi selama dua jam tanpa ada satu pun petugas yang berbicara atau menawarkan bantuan.
BACA JUGA:Dua Wartawan Dicekik Saat Liput Kasus Siswa Keracunan MBG di Jaktim, Polisi Turun Tangan
BACA JUGA:No Viral No Justice! Kasus Penganiayaan Kasir Toko Roti di Cakung Sudah 2 Bulan Tak Digubris Polisi
Bahkan, menurutnya, beberapa polisi yang duduk di dekatnya hanya menonton film dengan santai.
“Saya sudah berada di kantor polisi selama satu jam, dan tidak ada satu pun petugas yang datang untuk berbicara dengan saya,” tulisnya lagi.
Keluhan tersebut disampaikan setelah ia menjadi korban penjambretan usai menghadiri konser NCT Dream bertajuk “The Dream Show 4: Dream The Future” di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu, 27 September 2025.
Kronologi Penjambretan iPhone Usai Konser NCT Dream
Dalam unggahannya, @jenbiverse memaparkan secara rinci bagaimana insiden penjambretan terjadi.
Ia menyebut bahwa setelah keluar dari stadion, banyak pria yang menawarkan jasa antar ke hotel, yang membuatnya merasa tidak nyaman.
“Saya pergi ke konser di JIS dan sedang dalam perjalanan kembali ke hotel. Setelah keluar dari stadion, banyak pria (sepertinya supir) terus meminta saya untuk diantar ke hotel, tetapi saya merasa takut,” tulisnya.
Karena tidak mendapatkan GrabCar selama 30 menit, ia dan temannya memutuskan untuk menggunakan sepeda.