BACAKORAN.CO - Timnas Indonesia gagal melanjutkan tren positif ketika ketemu Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ini setelah pada laga perdana Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Ronde 4, Indonesia takluk 2-3 atas Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sports City, kamis dini hari (9/10).
Indonesia kalah usai tiga gol Arab Saudi yang dicetak Waheb Saleh menit ke-17 dan dua gol dari Feras Albrikan masing-masing menit ke-36 (pen) dan 62' membalas satu gol Kevin Diks menit ke-11.
Gegara tiga gol Arab Saudi itu, gol kedua Kevin Diks dari penalti menit ke-88 belum mampu hindarkan Indonesia dari kekalahan. Ini adalah kekalahan pertama Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 atas Arab Saudi.
Sebelumnya, Timnas Indonesia sukses menunjukkan keperkasaannya saat bermain imbang 1-1 di kandang Arab Saudi dan menang 2-0 ketika bermain di SUGBK Senayan Jakarta. Dua pertemuan dengan Arab Saudi itu tersaji pada Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kekalahan atas Arab Saudi Kamis dini hari ini membuat Indonesia kembali inferior atas Arab Saudi. Mengingat, head to head Indonesia dengan Arab Saudi banyak kalahnya. Kemenangan 2-0 di SUGBK merupakan kemenangan kali pertama Indonesia atas Arab Saudi.
Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia menyesalkan kekalahan Timnas Indonesia atas Arab Saudi ini. Menurutnya, kekalahan terjadi karena para pemain kehilangan kendali.
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert janji bangkit saat melawan Irak minggu dini hari nanti.-pssi-
"Hasil ini tentu saja mengecewakan, tapi begitulah sepak bola. Kami memulai pertandingan dengan cukup baik, namun setelah gol pertama, kami kehilangan kendali," terang Patrick.
"Seharusnya hal seperti itu tidak boleh terjadi. Namun itu terjadi," sesalnya.
Patrick menyebut, lini pertahanan Timnas Indonesia kurang baik saat hadapi Arab Saudi. Ini karena pemain Timnas Indonesia gagal bertahan dengan baik di antara lini.
BACA JUGA:Indonesia vs Arab Saudi, Jay Idzes: Sulit Tapi Tidak Ada Yang Tidak Mungkin!
"Kami tidak bertahan dengan baik di antara lini sehingga para winger lawan bisa masuk dan berbalik menghadapi pertahanan kami. Hal itu seharusnya tidak boleh terjadi," ungkapnya.
Lanjut Patrick, longgarnya pertahanan Indonesia membuat lawan beebrapa kali head to head dengan kiper Maarten Paes. Mereka juga mencetak gol dengan mudah.
"Setelah kebobolan kami kesulitan mendapatkan kembali ritme permainan kemudian kebobolan dengan gol-gol mudah," ujarnya.