Harga Emas Antam Melonjak: 24 Karat Sentuh Rp2,3 Juta per Gram, Ini Rinciannya!

Kamis 09 Oct 2025 - 15:33 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

Tak hanya harga jual, harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga mengalami kenaikan yang sama, yakni Rp7.000.

BACA JUGA:Netizen Murka! Bahlil Tersenyum Sambil 'Colek' Bos Danantara Saat Prabowo Ungkap Kerugian Negara 300 Triliun

BACA JUGA:Viral! Warung Kopi di Tanah Abang Diserang Geng Motor Pakai Senpi, Uang Dijarah dan 2 Karyawan Luka Parah

Saat ini, harga buyback berada di level Rp2.151.000 per gram. Artinya, jika Anda memutuskan untuk menjual kembali emas Anda ke Antam, nilai itulah yang akan Anda terima per gramnya.

Namun, perlu dicatat bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%.

Pajak ini langsung dipotong dari nilai transaksi saat proses jual kembali dilakukan.

Emas Dunia Meledak: Rekor Penutupan Tertinggi Sepanjang Masa

BACA JUGA:Tragis! Wanita di Konawe Utara Diterkam Buaya Saat Bersih-bersih, Jasadnya Ditemukan Sejauh 11 KM

BACA JUGA:Miris! Gadis Belasan Tahun di Tanggamus Nyaris Diperkosa, 3 Pelaku Menyamar Jadi Sales

Kenaikan harga emas Antam tak bisa dilepaskan dari pergerakan emas dunia.

Pada Jumat, 3 Oktober 2025 lalu, harga emas global ditutup di level US$3.885,99 per troy ounce, naik 0,78% dibandingkan hari sebelumnya.

Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa ini adalah penutupan tertinggi sepanjang sejarah.

Bahkan, tren kenaikan ini telah berlangsung selama tujuh pekan berturut-turut, menandakan bahwa logam mulia ini tengah berada dalam fase bullish yang sangat kuat.

BACA JUGA:Belum Temukan Titik Terang, Keluarga Arya Daru Desak Polisi Gelar Perkara dan Pemeriksaan Saksi di Ulang!

BACA JUGA:Sekolah Internasional di Tangsel Diteror Bom! Polisi Langsung Turun Tangan Lakukan Sterilisasi dan Olah TKP

Dalam sepekan terakhir saja, emas dunia menguat sebesar 3,36%. Sentimen positif terus mendominasi pasar, didorong oleh kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

Kategori :