Pencurian di Museum Louvre: Dua Tersangka Ditangkap, Permata Senilai Rp1,7 Triliun Raib

Minggu 26 Oct 2025 - 19:39 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Kasus pencurian spektakuler kembali mengguncang dunia seni dan budaya Prancis.

Dua orang dilaporkan telah ditangkap terkait hilangnya sejumlah permata mahkota bersejarah dari Museum Louvre Paris, yang nilainya mencapai EUR 88 juta atau sekitar Rp1,7 triliun.

Otoritas Prancis menyebut, salah satu tersangka berhasil ditangkap saat hendak terbang dari Bandara Charles de Gaulle, sementara satu lainnya diamankan di kawasan Seine-Saint-Denis, pinggiran kota Paris.

Menurut laporan media lokal Le Parisien, pencurian ini terjadi pada minggu lalu dalam waktu yang sangat singkat hanya empat menit!

BACA JUGA:Viral! Rumah Oknum Polisi di Pejagalan Digerebek Warga, Istri Acungkan Sajam

BACA JUGA:Terisolasi Delapan Tahun, Pria di Pati Ditemukan Tewas di Rumah Penuh Sampah: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Empat pelaku dengan peralatan listrik profesional dilaporkan membobol Louvre sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat, tak lama setelah museum dibuka untuk umum.

Para pelaku diketahui menggunakan kendaraan khusus dengan lift mekanis untuk mencapai Galerie d’Apollon (Galeri Apollo), salah satu ruangan paling ikonik di museum yang menyimpan koleksi permata kerajaan Prancis.

Setelah berhasil masuk melalui balkon dekat Sungai Seine, dua pencuri memecahkan jendela dan mengancam penjaga keamanan, memaksa petugas mengevakuasi pengunjung.

Dalam waktu singkat, mereka membobol dua etalase kaca berisi permata dan melarikan diri menggunakan dua skuter yang telah disiapkan di luar sekitar pukul 09.38.

BACA JUGA:Momen Tak Terduga KTT ASEAN: RTM Malaysia Salah Sebut Presiden Prabowo Jadi Jokowi, Sampaikan Permintaan Maaf

BACA JUGA:KPK Pastikan Meskipun Lisa Mariana Tersangka, Penanganan Kasus Korupsi Bank BJB Terus Berjalan!

Kasus ini menimbulkan kehebohan besar di seluruh Prancis.

Menteri Kehakiman Prancis bahkan mengakui bahwa protokol keamanan Louvre gagal total.

Laporan awal juga menyebut bahwa satu dari tiga ruangan tempat permata disimpan tidak memiliki kamera CCTV, yang memudahkan aksi para pencuri.

Kategori :