Hati-hati! Meski Dianggap Sehat, Ternyata Ini Efek Samping Konsumsi Protein yang Berlebih

Selasa 04 Nov 2025 - 13:00 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

Salah satu organ yang paling terdampak akibat konsumsi protein berlebih adalah ginjal.

Ketika tubuh memetabolisme protein, akan terbentuk limbah nitrogen yang harus dikeluarkan melalui urin.

Jika asupan protein tinggi berlangsung dalam jangka panjang, ginjal harus bekerja ekstra keras untuk membuang limbah tersebut.

Kondisi ini bisa memperburuk fungsi ginjal, terutama jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup.

Bagi individu yang memiliki riwayat penyakit ginjal atau gangguan fungsi ginjal, pola makan tinggi protein sangat tidak disarankan karena dapat mempercepat kerusakan organ.

3. Ketidakseimbangan Asupan Nutrisi

BACA JUGA:5 Manfaat Susu Sapi Murni Kaya Protein untuk Kesehatan Tulang, Yuk Cek Khasiat Lainnya!

BACA JUGA:4 Resep Pepes Tahu Tinggi Protein untuk Sahur yang Lezat dan Mudah, Yuk Cobain Bestie!

Mengutamakan protein dalam pola makan sering kali membuat seseorang mengabaikan nutrisi penting lainnya.

Lemak sehat, serat, dan karbohidrat kompleks adalah komponen gizi yang tetap dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsinya secara optimal.

Jika asupan protein mendominasi dan nutrisi lain berkurang drastis, maka tubuh bisa mengalami defisiensi gizi yang berdampak pada sistem pencernaan, energi harian, dan kesehatan jangka panjang.

Diet seimbang yang mencakup semua kelompok makanan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

4. Dampak Terhadap Kesehatan Jantung

BACA JUGA:2 Resep Olahan Tempe Tinggi Protein untuk Sahur yang Lezat dan Mudah! Yuk Cobain Bestie

BACA JUGA:Jangan Sampai Sia-sia? Tempe Sumber Protein Nabati yang Kaya Manfaat, Begini cara Mengolah yang Benar

Protein hewani seperti daging merah, telur, dan produk susu tinggi lemak memang kaya akan nutrisi, tetapi juga mengandung kolesterol dan lemak jenuh.

Jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa diimbangi dengan makanan berserat seperti sayuran dan buah, kadar kolesterol dalam darah bisa meningkat.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan gangguan pembuluh darah.

Kategori :