Laporan menyebutkan bahwa usaha kuliner ini belum memiliki izin usaha dan sertifikasi kebersihan/higiene.
Sementara sarana pembuangan air limbah (SPAL) dinilai masih sesuai standar.
DKPP merekomendasikan agar Warung Bakso Remaja Gading segera memasang label non‐halal untuk memberikan kejelasan secara transparan kepada konsumen.
Di media sosial, akun resmi Warung Bakso Remaja Gading dibanjiri komentar kecewa dari warganet yang merasa dirugikan oleh isu bahan baku non halal.
“Gek kerep bgt tuku bakso kene, ternyata non halal. Jan jahat bgt,” tulis netizen akun @pratiwi07.
BACA JUGA:16 Rekomendasi Drama China Kerajaan yang Seru dan Menegangkan, Fix Wajib Nonton!
“Piye ini? Kok katanya NON halal?? Jualannya tolong yang jujur, kalau non halal ya ditulisi.. kalau halal segera diklarifikasi,” sambung @aningfitriana.
“klarifikasinya donk,,,,kami setiap mudik pasti nggak pernah skip makan disini,” imbuh @renihanifamuh.
Dalam pertemuan tersebut, anak pemilik Warung Bakso Remaja Gading menyebut bahwa isu penggunaan bahan baku non halal muncul karena kesalahpahaman.
Mereka menyatakan bahwa pihak warung sedang dalam proses memperjelas status bahan baku dan memastikan bahwa warung mereka memenuhi standar halal sesuai harapan konsumen.
Ia menegaskan bahwa Warung Bakso Remaja Gading selama ini melayani pelanggan dari berbagai latar belakang, termasuk yang berhijab, dan membuka peluang kepercayaan publik dengan memastikan bahan baku yang digunakan layak serta tidak menyalahi norma.
“Kita makan bakso di sana karena bukanya pagi… Saya dulu bayar ke kasirnya yang berhijab, jadi kami percaya saja," ungkap Dinda.
Ketika mengetahui kabar bahwa warung bakso tersebut diduga memakai bahan non halal, Dinda mengaku menyesal.
“Kami mikirnya itu daging sapi, tapi kalau benar non halal ya menyesal,” pungkasnya.