4 Cabor Masih Dualisme Kepengurusan, Menpora Erick Tegas: Kami Ambil Alih, Jika...

Selasa 04 Nov 2025 - 21:01 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Menpora Erick Thohir angkat bicara terkait polemik di empat cabang olahraga atau cabor yang alami dualisme kepengurusan. Mereka diminta untuk segera selesaikan sengketa tersebut. 

Empat cabor yang masih alami dualisme kepengurusan adalah cabor tenis meja, anggar, tinju, dan sepak takraw. Dualisme kepengurusan ini sudah bertahun-tahun.

Imbasnya, dualisme ini mengorbankan para atlet. Sebab, mereka tidak bisa membawa nama bangsa bertanding di berbagai ajang internasional.

Bagi Menpora Erick, masalah tata kelola olahraga prestasi yang berlarut-larut ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan. Tentu saja ini demi terwujudnya kedigdayaan Indonesia di pentas olahraga dunia sesuai Asta Cita Presiden Prabowo. 

“Masalah dualisme ini harus segera diselesaikan. Setelah itu baru kita bisa konsolidasi Desain Besar Olahraga Nasional. Selanjutnya kita bisa bicara mengenai PON, SEA GAMES, ASIAN GAMES dan Olimpiade akan seperti apa,” ujar Menpora Erick.

BACA JUGA:Menpora Tampung Masukan Wartawan dalam Sarasehan dan Dialog Terbuka di Wisma Kemenpora

Lanjut Erick, KOI dan KONI dihimbau mengambil peran strategis untuk bisa berembuk dan mendorong penyelesaian sengketa kepengurusan pada empat cabor tersebut. Penyelesaian bisa dilakukan secara musyawarah dan mufakat sesuai Undang-Undang Keolahragaan.

Himbauan ini telah tertuang dalam surat yang dikirimkan Menpora kepada Ketua Umum KOI dan KONI pada 1 Oktober lalu.

Menpora juga memberikan batas waktu penyelesaian sengketa paling lambat tiga bulan sejak surat dikirimkan, yaitu sampai akhir Desember 2025.


Cabor sepak takraw salah satu cabor yang alami dualisme kepengurusan -Kemenpora-

“Kami di Kemenpora telah melakukan instropeksi dengan perbaikan tata kelola internal, maka kami ingin KOI, KONI dan para pengurus federasi olahraga juga bisa melakukan intropeksi masing-masing dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah untuk mencapai mufakat," tegas Menpora Erick. 

"Karena musyawarah adalah landasan membangun bangsa dan negara,” lanjutnya.

BACA JUGA:Menpora Minta PB Rapatkan Barisan usai IOC Jatuhkan Sanksi, Fokus Blueprint Olahraga Nasional

Kini sebulan telah berlalu sejak surat disampaikan. KOI, KONI dan para pengurus cabor hanya memiliki sisa waktu dua bulan untuk menindaklanjuti tugas menyelesaikan dualisme di tubuh federasi empat cabang olahraga tersebut. 

Jika sampai akhir Desember 2025 masalah ini belum juga tuntas, maka Kemenpora akan mengambil langkah yang diperlukan demi keberlangsungan pembinaan olahraga nasional sehingga para atlet dapat berkompetisi di berbagai ajang tingkat nasional maupun internasional.

Kategori :