Evandra Florasta Ambil Pelajaran Atas Kekalahan dari Zambia U17 di Piala Dunia U17 2025

Rabu 05 Nov 2025 - 08:13 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Timnas Indonesia U17 kalah 1-3 dari Zambia U17 pada laga perdana Piala Dunia U17 2025. Pemain Timnas Indonesia U17 Evandra Florasta buka-bukaan terkait penyebab kekalahan tersebut.

Timnas Indonesia U17 sempat dikejutkan oleh gol Mapalo Simute sebelum pertandingan berjalan 1 menit. Namun gol itu dianulir karena Mapaloe terjebak offside lebih dulu usai wasit cek VAR. 

Situasi ini dimanfaatkan Timnas Indonesia U17 untuk bangkit. Mereka bermain agresif dan menekan pertahanan Zambia U17.

Gelombang serangan yang digencarkan pemain Timnas Indonesia u17 akhirnya membuahkan hasil. Mneit ke-12, Timnas Indonesia leading melalui kaki Zahaby Gholy.

BACA JUGA:Pesan Coach Nova kepada Pemain di Piala Dunia U17 2025: Enjoy dan Nikmati!

Zambia U17 tersentak dengan gol itu. Mereka merespons situasi ini dengan meningkatkan intesnitas serangan.

Hingga akhirnya mereka sukses menyarangkan tiga gol dalam satu babak. Tiga gol Zambia U17 di babak pertama dicetak oleh Abel Nyirongo (35', 37') dan Lukonde Mwale (42').


Timnas Indonesia U17 harus akui keunggulan Zambia U17 dnegan kedudukan 1-3. -pssi-

Combeback Zambia U17 ini disayangkan pemain Timnas Indonesia U17 Evandra Florasta. Kejadian ini tidak akan tersaji jika pemain bisa menjaga fokus sepanjang laga.    

"Lawan comeback dan pertandingan berjalan dramatis. Kita sebenarnya sudah antisipasi serang Zambia U17 namu kami kurang fokus," ungkap Evandra. 

BACA JUGA:Ditunggu Lawan di Piala Dunia U17, Begini Kata Titisan STY

"Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia karena tidak bisa pertahankan keunggulan," jelasnya.

Permainan Timnas Indonesia u17 tampil lebih berani di babak kedua. Mereka pun sukses mencatatkan banyak peluang hanya saja memang tidak bisa terkonversi menjadi gol.  

 Perubahan ini diakui Evandra karena pesan yang disampaikan Coach Nova Arianto. Bahwa pemain diminta untuk bermain lebih percaya diri dan lebih berani.

 "Kami tidak boleh takut dengan lawan karena percuma disiapkan taktik tapi tidab berani dan kurang percaya diri. Sehingga di babak kedua permainan lebih cair dan hanya kurang memaksimalkan peluang saja," ungkapnya.

Kategori :