Menurutnya, pendekatan preventif menjadi langkah penting untuk melindungi cadangan sumber daya alam milik negara.
BACA JUGA:Identitas Pria yang Ditemukan Terikat di Tol Jagorawi Akhirnya Terungkap, Polisi Ungkap Fakta Baru!
BACA JUGA:Skandal Dana Haji 2025: KPK Dalami Jejak Korupsi di Sulsel dan Kaltim
“Yang utama itu penyelamatan cadangan negara. Karena kalau dibiarkan, tambang ilegal ini bisa merugikan negara dari sisi ekonomi, lingkungan, bahkan keselamatan pekerja,” ujarnya.
Selain itu, Gakkum juga tengah memetakan potensi aktivitas ilegal di sektor tambang lainnya seperti nikel dan mineral logam.
Proses pengumpulan data, penyusunan strategi, hingga penganggaran ditargetkan akan rampung pada September 2025, sehingga upaya penegakan hukum bisa berjalan lebih efektif dan menyeluruh
Tambang ilegal bukan hanya merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan royalti, tetapi juga membawa dampak besar terhadap lingkungan.
BACA JUGA:Berkedok Buka Lapak Dagangan di Acara Pernikahan, Suami PNS dan Istrinya Ternyata Edarkan Ektasi
BACA JUGA:Top! Purbaya Akhirnya Dilibatkan Negosiasi Utang Kereta Cepat Whoosh ke China!
Penambangan tanpa izin sering kali dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan, menyebabkan kerusakan hutan, pencemaran air, hingga longsor.
Di sisi lain, masyarakat sekitar pun ikut terdampak karena hilangnya sumber penghidupan dan rusaknya ekosistem.
“Jika tata kelola terus diperbaiki dan penegakan hukum diperkuat, kami yakin praktik tambang ilegal bisa ditekan secara signifikan,” tambah Jeffri.
Pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan komitmennya untuk memberantas tambang batu bara ilegal hingga ke akar-akarnya.
BACA JUGA:Begal yang Tikam Korbannya di Jalan Puyang Gunung Ibul Ternyata Seorang Penjahit Pakaian
BACA JUGA:Mahfud MD Blak-blakan Soal Keaslian Ijazah Jokowi: Proses Hukum Jangan Dibalik!
Koordinasi lintas kementerian dan aparat hukum akan terus diperkuat agar tidak ada lagi ruang bagi pelaku tambang ilegal untuk beroperasi.