Sempat Seminggu Dirawat di RS Fatmawati, Siswa SMPN 19 Tangsel Korban Bullying Meninggal Dunia

Minggu 16 Nov 2025 - 19:59 WIB
Reporter : Ayu
Editor : Ayu

BACAKORAN.CO - Tragedi memilukan kembali terjadi di dunia pendidikan Indonesia. Seorang siswa SMP Negeri 19 Tangerang Selatan, berinisial MH, yang baru berusia 13 tahun, meninggal dunia setelah menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman sekelasnya.

MH sempat dirawat intensif selama sepekan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, namun akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Kabar duka ini dibenarkan langsung oleh kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, yang menyampaikan bahwa keluarga korban saat ini tengah berduka mendalam dan meminta doa dari seluruh masyarakat agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Peristiwa tragis ini bermula pada 20 Oktober 2025, ketika MH sedang berada di ruang kelas SMPN 19 Ciater, Serpong, Tangerang Selatan.

BACA JUGA:Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Dunia Usai Dugaan Dipukul Kursi Besi, Polisi Gercep Selidiki Kasus Perundungan

BACA JUGA:Ukraina Siap Lanjutkan Negosiasi Pertukaran 1.200 Tahanan dengan Rusia, Upaya Kemanusiaan Berlanjut

Saat jam istirahat, ia diduga mengalami tindak kekerasan dari teman sekelasnya. Korban dipukul menggunakan bangku besi tepat di bagian kepala.

Insiden tersebut bukanlah yang pertama kali dialami MH. Berdasarkan pengakuan korban kepada keluarganya, ia sudah sering menerima perlakuan tidak menyenangkan berupa pukulan, tendangan, dan berbagai bentuk intimidasi lain dari teman-temannya.

Sayangnya, perundungan yang berulang ini akhirnya berujung fatal.

Sehari setelah kejadian, tepatnya pada 21 Oktober, MH mulai mengeluhkan rasa sakit yang semakin parah di bagian kepala.

BACA JUGA:Keluarga MUA Viral Pria yang Mengaku Wanita Bernama Dea Lipa Ucapkan Permohonan Maaf!

BACA JUGA:Hands4Diabetes 2025: Gerakan Nasional Tropicana Slim untuk Hidup Sehat dan Produktif, Serentak di 27 Kota

Keluarga yang khawatir kemudian membawanya ke salah satu rumah sakit swasta di Tangerang Selatan.

Namun kondisi MH terus memburuk hingga akhirnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Selama sepekan, tim medis berusaha keras menyelamatkan nyawanya, tetapi luka yang diderita akibat pukulan benda keras tersebut terlalu serius.

Kategori :