Pada akhirnya, MH menghembuskan napas terakhirnya, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat luas.
BACA JUGA:Buat Publik Murka, KPAI Turun Tangan Laporkan Gus Elham Yahya yang Cium Anak Kecil!
BACA JUGA:Pesantren Al Khoziny Akan Dibangun Ulang, Menteri PU: ‘Insyaallah Pakai APBN!’
Kakak korban, Rizki, mengungkapkan bahwa adiknya sempat berjuang melawan rasa sakit yang luar biasa.
Ia juga menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bentuk nyata dari perundungan yang sudah lama terjadi di lingkungan sekolah.
Keluarga berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama sekolah dan pemerintah, untuk lebih serius menangani kasus bullying yang masih marak terjadi di berbagai daerah.
Kuasa hukum keluarga, Alvian Adji Nugroho, menambahkan bahwa keluarga saat ini sedang menuju rumah sakit untuk mengurus jenazah MH.
BACA JUGA:Update Korban Longsor Cilacap: 11 Korban Tewas, 10 Masih Hilang, Tim SAR Diminta Bergerak Cepat!
BACA JUGA:Viral MUA Berhijab Asal Lombok Tengah yang Diduga Pria, Dea Lipa Alias Deni Klarifikasi Identitasnya
Ia meminta doa dari masyarakat agar almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta keikhlasan.
“Minta doanya untuk almarhum,” ujar Alvian singkat, menutup pernyataannya dengan nada penuh duka.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangerang Selatan melalui Kepala Dinas, Deden Deni, menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan mediasi antara orang tua korban dan orang tua terduga pelaku.
Pertemuan tersebut juga melibatkan pihak sekolah. Namun, mediasi ini tentu tidak bisa menghapus rasa kehilangan yang dialami keluarga MH.
BACA JUGA:Erika Carlina Laporkan DJ Panda Bukan Masalah Anak, Pengacara Ungkap Karena Ini!
Publik menilai bahwa kasus ini harus ditindaklanjuti secara hukum agar memberikan efek jera dan mencegah terulangnya tragedi serupa.