Bezel memang tebal, tetapi wajar untuk kelas harga ini. Menariknya, Samsung menyematkan refresh rate 90Hz, yang membuat pengalaman scrolling dan navigasi terasa lebih mulus.
Tingkat kecerahan layar cukup tinggi, sehingga tetap nyaman digunakan di luar ruangan meski di bawah sinar matahari.
Warna yang ditampilkan tidak terlalu mencolok, tetapi cukup natural untuk kebutuhan sehari-hari seperti browsing, media sosial, dan streaming.
Software dengan Nuansa Flagship
BACA JUGA:Intip Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 Ultra: Snapdragon Elite Gen 5 dan Quad-Camera?
BACA JUGA:Samsung Galaxy S25 FE: Desain Premium, Fitur Flagship, Harga Lebih Bersahabat
Ponsel ini menjalankan One UI 7, antarmuka khas Samsung yang rapi dan penuh warna.
Meski hanya dibekali RAM 4GB, pengalaman pengguna tetap menyenangkan berkat fitur personalisasi seperti widget yang bisa disusun rapi dan lock screen yang dapat dikustomisasi.
Kelebihan utama Galaxy A07 adalah dukungan update OS hingga 6 tahun, sebuah nilai tambah besar untuk ponsel murah.
Namun reviewer mengingatkan, RAM 4GB bisa menjadi batasan di masa depan, terutama untuk multitasking berat.
Performa Helio G99 dan Storage UFS
Samsung membekali Galaxy A07 dengan prosesor Helio G99, yang terbukti cukup kencang untuk kelas entry-level. Reviewer melakukan demo langsung dan menunjukkan performa yang stabil, responsif, serta minim lag.
Keunggulan lain adalah penggunaan storage UFS 2.1, yang jarang ditemukan di ponsel murah.
Teknologi ini mempercepat proses baca-tulis data, sehingga aplikasi terasa lebih lancar dibanding ponsel lain yang masih memakai eMMC.
Meski begitu, RAM 4GB tetap menjadi batasan untuk gaming berat.
Kamera: Cukup untuk Sosial Media
Kamera utama 50MP mampu menghasilkan foto yang lumayan untuk dokumentasi sehari-hari.
Namun, di kondisi minim cahaya, hasilnya kurang tajam dan warnanya tidak akurat.
Kamera ini lebih cocok untuk kebutuhan sederhana, seperti mengabadikan suasana atau posting di media sosial.