BACAKORAN.CO - Akibat terbakar hebat, dua warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia akibat kebakaran besar di kompleks apartemen Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada Rabu (26/11/2025).
"Dari hasil koordinasi intensif Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dengan Hong Kong Police Force (HKPF), diperoleh informasi hingga saat ini, 2 (dua) orang WNI dinyatakan meninggal dunia dan 2 (dua) orang lainnya mengalami luka-luka," kata Plt Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu, Heni Hamidah, dilansir Bacakoran.co dari Kompas.com, Kamis (27/11/2025).
Heni mengungkapkan, keempat korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Hong Kong.
"Semua korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor domestik," jelas dia.
BACA JUGA:Ngeri, 27 Orang Tewas saat Kebakaran Apartemen di Hongkong, 279 Lainnya Dinyatakan Hilang
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Picu Banjir Bandang Humbang Hasundutan, BNPB: 5 Korban Jiwa, 4 Hilang
Menurutnya, pihak keluarga sudah dihubungi dalam kejadian naas ini.
Sebelumnya kejadian naas menimpa apartemen Hongkong di kawasan Tai Po, New Territories.
Setelah kebakaran besar ini melanda, pihak kepolisian telah menangkap tiga orang yang diduga terlibat di kasus ini.
Kebakaran hebat ini menewaskan sedikitnya 36 orang dan membuat 279 lainnya dilaporkan hilang dalam tragedi kebakaran terburuk.
Dilansir dari AP, ratusan warga dievakuasi ketika api yang mulai muncul pada Rabu (26/11/2025) siang cepat menyebar ke tujuh dari delapan gedung apartemen di kawasan Tai Po, New Territories.
BACA JUGA:Kasus Narkoba Menjerat, Keluarga Ammar Zoni Datangi LPSK untuk Ajukan Justice Collaborator!
BACA JUGA:Setya Novanto Bebas Bersyarat, Kini KPK Lelang Rumah yang Ada di NTT, Tertarik?
Dalam tragedi ini 29 orang masih dirawat di rumah sakit dan pada saat malam tiba, kobaran api dan asap tebal terlihat mengepul hebat dari jendela gedung.
Penyebab yang membuat api menyebar begitu cepat dan menjalar ke sejumlah gedung-gedung apartemen di sebelahnya ini belum diketahui secara pasti dan akan menjadi fokus penyelidikan.