bacakoran.co - direktur pt upaya riksa patra, vera lutvia, ungkap pernah mengirimkan uang non-teknis untuk pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (k3) di kementerian ketenagakerjaan (kemnaker) dan tertulis sebagai 'duit setan' di catatan pengeluaran.
ini disampaikan langsung oleh vera saat dihadirkan jaksa kpk sebagai saksi dalam sidang terdakwa mantan wakil menteri ketenagakerjaan immanuel ebenezer dan sepuluh orang lainnya, di pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) pada pengadilan negeri (pn) jakarta pusat, senin (6/4/2026).
pada awalnya jaksa bertanya terkait lampiran bon cash uang di brankas tahun 2023.
vera kemudian mengatakan tulisan 'duit setan' dalam lampiran tersebut merupakan tulisan tangan direktur utama pt upaya riksa patra.
"ini tulisan siapa bu?" tanya jaksa di muka persidangan.
"itu tulisan direktur utama kami," jawab vera.
"uang ada di brankas begitu?" timpal jaksa.
"jadi, kalau bapak lihat ini ya, cash, uang ada di brankas itu tulisan orang finance ke kemnaker tanggal 5 bulan 1 tahun 2023, itu orang finance. kemudian ada tulisan 'duit setan', itu tulisan direktur utama," tutur vera, dilansir bacakoran.co dari , selasa (7/4/2026).
jaksa penasaran mengapa pengeluaran tersebut ditulis dengan "duit setan". sementara vera mengaku perusahaannya sebenarnya keberatan dengan uang non-teknis dimaksud.
"kenapa ditulis 'duit setan' bu?" tanya jaksa.
"ya sebetulnya kami keberatan pak," jawab vera.
"ini kenapa tidak didispo juga sama pak dirut? ini kenapa tidak ada dispo 'duit setan' untuk yang 15.200 ke pak supriadi?" lanjut jaksa.
"oh saya enggak tahu pak," aku vera.
sebelumnya direktur operasional pt delta indonesia, deka perdanawan, salah satu perusahaan jasa keselamatan dan kesehatan kerja (pjk3) rekanan kementerian ketenagakerjaan (kemnaker), akui perusahaannya menyetor uang hingga rp 4,4 miliar lebih kepada para pejabat kemnaker yang duduk sebagai terdakwa.
deka berbicara sebagai saksi dalam sidang untuk perkara dugaan korupsi pemerasan pengurusan sertifikat k3 dengan terdakwa eks wakil menteri ketenagakerjaan (wamenaker) immanuel ebenezer alias noel, dan terdakwa lainnya.
"dari data di pt delta atau seingat saudara, berapa total yang sudah saudara berikan kepada pegawai kemnaker yang saudara sebutkan tadi itu?” tanya salah satu jaksa penuntut umum (jpu) dalam sidang di pengadilan tipikor jakarta, dilansir bacakoran.co dari , selasa (3/3/2026).
selama dipersidangan deka ungkap ada beberapa biaya yang perlu dibayarkannya, baik itu secara tunai maupun ditransfer ke rekening yang diberikan oleh para terdakwa.
sebagai contoh, surat keputusan penunjukkan (skp) yang perlu diperbaharui selama dua tahun.
deka menjelaskan, saat membuat dan memperbaharui skp, dia perlu membayar rp 5 juta per sertifikat.
mulai dari koordinator bidang kelembagaan dan personel k3 kemenaker tahun 2022-2025, irvian bobby mahendro koordinator bidang pengujian dan evaluasi kompetensi keselamatan kerja kemenaker tahun 2022-sekarang, gerry aditya herwanto putra, subkoordinator keselamatan kerja direktorat bina k3 kemenaker tahun 2020-2025 subhan dan masih banyak lagi.
deka mengaku tidak ingat ketika ditanya mengenai angka pasti pemberian kepada para terdakwa. dia mengaku sudah memberikan semua data kepada penyidik
sebelumnya eks wakil menteri ketenagakerjaan (wamenaker), immanuel ebenezer atau yang akrab disapa noel pelan-pelan membuka bocoran partai yang disebut ada huruf k.
“partai saya kerucutkan ya, kemarin kan (ada huruf) k. sekarang, (terdiri dari) tiga huruf. untuk sementara itu dulu,” kata noel di ruang sidang pengadiilan tipikor jakarta, dilansir bacakoran.co dari , senin (9/2/2026).
tetapi saat disinggung warna apa partai tiga huruf dimaksud, noel enggan menyebut secara gamblang.
“sudahlah,” tegas dia.
noel ungkap fakta-fakta persidangan akan membuka secara terang benderang kasus pemerasan sertifikat k3 dan termasuk soal dugaan keterlibatan partai k.
“bukan saya yang menyampaikan, tapi fakta persidangan, jaksa, lantas saksi-saksi menyampaikan. bukan saya,” ucapnya.
sebelumnya eks wakil menteri ketenagakerjaan (wamemaker) immanuel ebenezer alias noel menduga bahwa ada partai juga yang terlibat dalam kasus yang membelenggunya.
ia menuding adanya ormas dan partai yang terlibat dalam kasus pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (k3) di kemnaker.
ini ia sampaikan langsung jelang sidang agenda pemeriksaan saksi di pengadilan negeri tindak pidana korupsi (tipikor) jakarta pusat, senin (26/1/2026).
awalnya, noel membeberkan bahwa ormas yang terlibat bukanlah ormas yang berbasis agama.
"ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama," ungkap noel, dilansir bacakoran.co dari , senin (26/1/2026).
kemudian noel memberikan kisi-kisi dengan mengatakan ada huruf 'k' dalam partai yang dimaksud.
"partainya ada huruf k nya. udah itu dulu clue nya ya," ungkapnya.
namun, noel belum mau mengungkap secara detail ormas dan partai tersebut dan ia hanya mengatakan ada aliran uang ke ormas dan partai yang dimaksud.
"enggak, saya enggak mau nyebutin dulu," ujarnya.
"alirannya bukan terlibatnya, alirannya," sambungnya.