BACAKORAN.CO - Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perangkat pendingin ruangan, kipas angin hemat listrik tetap menjadi pilihan utama.
Selain harganya yang terjangkau, kipas angin dikenal lebih efisien dibandingkan pendingin udara (AC) yang membutuhkan daya jauh lebih besar.
Kondisi iklim tropis Indonesia membuat kipas angin menjadi perangkat wajib di hampir setiap rumah.
Namun, kenaikan tarif listrik belakangan ini mendorong masyarakat mencari alternatif yang lebih hemat energi.
BACA JUGA:Spesifikasi Kulkas Xiaomi Mijia Cross Door 510L: Kapasitas Besar, Anti Bau, Hemat Listrik!
BACA JUGA:AC Polytron vs Xiaomi Mijia: Mana yang Paling Adem dan Hemat Listrik di 2025?
Kipas angin murah dengan konsumsi daya rendah menjadi solusi tepat, terutama bagi keluarga yang ingin tetap nyaman tanpa khawatir tagihan listrik membengkak.
Efisiensi Energi Kipas Angin
Menurut sejumlah pakar elektronik, kipas angin dengan daya 25–40 watt sudah cukup untuk menyejukkan ruangan kecil hingga sedang.
Konsumsi listriknya jauh lebih rendah dibandingkan AC yang rata-rata membutuhkan daya 350–900 watt.
BACA JUGA:iPad Air M3 vs iPad 11 (A16): Mana yang Lebih Worth It untuk Kebutuhan Harian Kamu?
BACA JUGA:Harga Mulai 3 Jutaan! 5 Rekomendasi AC Inverter Terbaik 2025 yang Bikin Hidup Lebih Adem
Perbedaan signifikan ini menjadikan kipas angin sebagai perangkat pendingin yang ramah di kantong sekaligus ramah lingkungan.
Sebagai ilustrasi, kipas angin dengan daya 30 watt yang digunakan selama 8 jam sehari hanya mengonsumsi sekitar 7,2 kWh per bulan.
Dengan tarif listrik Rp1.500 per kWh, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp10.800 per bulan.