“Bermain di sini rasanya spesial. Penonton banyak, tapi kadang kami juga terlalu excited. Itu harus dikontrol supaya tidak mengganggu permainan. Komunikasi di lapangan jadi sangat penting,” ujarnya.
Selain pertandingan di lapangan, Dejan dan Bernadine juga menilai penyelenggaraan Daihatsu Indonesia Masters selalu memberikan kesan tersendiri bagi para atlet. Menurut mereka, turnamen ini memiliki standar pelayanan yang baik.
“Indonesia Masters rasanya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Treatment dari sponsor dan penyelenggara sangat bagus. Tiket juga terjangkau, jadi penonton bisa datang lebih banyak,” tutur Dejan.
Sebelumnya, pasangan Indonesia juga rasakan debut manis di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Pasangan ganda putri Siti Fadia Ramadhanti/amalia Cahaya Pratiwi sukses taklukkan laga perdana usai kalahkan pasangan Thailand Ornnicha Jongsathapornparn/Sukitta Suwachai 21-8, 21-15.
Kemudian ganda putri Lanny Tri Mayasari/Apriyani Rahayu juga sukses jalani debut di ajang ini. Pasangan yang baru diduetkan pada Desember 2025 ini sukses melaju ke babak 16 besar usai kalahkan wakil China, Bao Ling Jing/Li Yi Jing dengan kedudukan 21-14, 21-13.