Kombinasi ini menambah kenyamanan tanpa mengorbankan support, sehingga sepatu tetap terasa stabil meski memiliki midsole yang cukup tebal.
Meski nyaman, Ortuseight Hyperblast 2.1 bukan sepatu yang ditujukan untuk pace cepat atau speed training.
BACA JUGA:ASICS Novablast 5: Daily Trainer Bouncy yang Serba Bisa untuk Berbagai Pace Lari, Cocok untuk Siapa?
Karakter cushioning yang sangat empuk membuat responsivitasnya terasa terbatas ketika tempo ditingkatkan secara agresif.
Untuk interval run atau tempo run, sepatu ini cenderung terasa “tenggelam” karena bantalan yang terlalu soft.
Namun, hal ini bukanlah kekurangan, melainkan konsekuensi dari konsep max cushion yang memang mengutamakan kenyamanan dibanding performa kecepatan.
Ortuseight Hyperblast 2.1 sangat cocok bagi pelari yang:
- Fokus pada easy run dan long run
BACA JUGA:Rekomendasi Sepatu Lari: Daily Trainer Paling Worth It dari Rp700 Ribuan hingga Rp3 Jutaan
- Menginginkan sepatu yang nyaman untuk recovery run
- Baru mulai meningkatkan jarak lari
- Mengutamakan perlindungan kaki dan sendi
Sebagai sepatu rotasi, Hyperblast 2.1 ideal dipasangkan dengan sepatu yang lebih responsif untuk latihan cepat atau race day.
Ortuseight Hyperblast 2.1 tetap konsisten sebagai sepatu max cushion yang nyaman dan empuk.
Update upper yang lebih tipis dan breathable membuat pengalaman lari semakin menyenangkan.