"Saya sangat apresiasi prestasi yang dihasilkan Kemenpora, terutama di SEA Games dan ASEAN Para Games 2025. Kami berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi," kata Sabam.
Dalam rapat itu, Kemenpora tidak hanya mendapatkan apresiasi dalam kata-kata. Bahkan Komisi X DPR juga mendukung penambahan anggaran untuk Tahun 2026.
Melihat banyaknya terobosan yang dilkakukan Kemenpora untuk membangun karakter pemuda dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, Komisi X DPR RI menilai Kemenpora layak mendapatkan tambahan anggaran untuk tahun 2026.
Mengingat anggaran yang didapatkan Kemenpora tahun ini adalah sebesar Rp 1,15 triliun.
Ketua Komisi X DPR RI yang juga pimpinan raker Hetifah Sjaifudian menyampaikan bahwa pagu anggaran Kemenpora tahun ini dinilai sangat kecil, sehingga pimpinan rapat dan anggota Komisi X DPR RI menyampaikan secara langsung dukungannya atas penambahan anggaran Kemenpora tahun 2026.
"Kami dari Komisi X DPR RI siap mendukung dan membantu agar anggaran Kemenpora bisa naik. Karena itu bagian dari penguatan ekosistem olahraga nasional, pembangunan pemuda Indonesia, dan pembinaan atlet usia dini," kata Hetifah.
Pada 2026, Kemenpora memiliki 28 agenda besar. Agenda besar ini merupakan program di bidang kepemudaan dan olahraga sebagai penjabaran dari dua misi besar Kemenpora untuk membangun pemuda yang patriotik, gigih dan empati serta menjadikan olahraga sebagai duta bangsa yang mencerminkan kedigdayaan bangsa, sesuai visi Presiden RI Prabowo Subianto.
28 agenda besar Kemenpora tahun 2026 ini termasuk diantaranya pertukaran pemuda antar negara, program student athlete (LPDP dan fasilitasi), pembangunan akademi olahraga dan pusat pelatihan tim nasional, lomba debat dan pidato nasional, Indonesia Sport Summit, Youth Camp serta mengirim atlet ke ajang Asian Games, Asian Para Games, Youth Olympic Games dan Asian Beach Games.