Di media sosial dan forum teknologi, respons publik terbelah.
Sebagian menganggap iPhone 17 sebagai loncatan yang cukup terasa dan layak dibeli untuk penggunaan jangka panjang.
Namun, tidak sedikit pula yang menilai iPhone 16 masih sangat relevan, terutama bagi pengguna yang tidak terlalu membutuhkan fitur terbaru.
Tren ini menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang semakin rasional.
Pembelian ponsel kini tidak lagi semata soal gengsi model terbaru, melainkan tentang kesesuaian dengan kebutuhan dan anggaran.
Dari kacamata analis teknologi, strategi Apple mempertahankan iPhone 16 di pasar bersamaan dengan iPhone 17 bukan tanpa alasan.
BACA JUGA:Bikin Penasaran, Mitsubishi Digadang-gadang akan Gandeng Pabrik iPhone untuk Luncurkan Mobil Listrik
BACA JUGA:Harga iPhone 16 Pro Max Ambruk! Flagship Apple Kini Dijual Rp20 Jutaan, Netizen Heboh
Apple tampak ingin menjangkau dua segmen sekaligus: pengguna yang mengejar inovasi terbaru, dan konsumen yang menginginkan kualitas tinggi dengan harga lebih masuk akal.
Langkah ini juga memperpanjang siklus hidup produk tanpa mengorbankan citra premium.
Pada akhirnya, memilih antara iPhone 17 dan iPhone 16 di 2026 bukan soal mana yang paling canggih, melainkan mana yang paling relevan.
iPhone 17 cocok bagi mereka yang menginginkan teknologi terbaru dan siap berinvestasi untuk jangka panjang.
Sementara iPhone 16 tetap menjadi pilihan rasional bagi pengguna yang mengutamakan nilai dan fungsionalitas.
BACA JUGA:Review Jujur Kamera iPhone 17 Pro: Sekali Jepret Bikin Orang Stop Scroll dan Auto Melirik Dua Kali
Di tengah cepatnya inovasi teknologi, keputusan terbaik justru datang dari pemahaman kebutuhan diri sendiri, bukan sekadar mengikuti arus pembaruan tahunan.