BACAKORAN.CO - Wuling Motors kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisi di pasar otomotif Indonesia dengan memperkenalkan Wuling Eksion 2026 di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS).
Kehadiran model ini bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan strategi untuk menghadapi persaingan ketat dari sesama merek asal Tiongkok dan pemain global lain.
Eksion hadir sebagai kelanjutan logis dari lini produk Wuling sebelumnya—mulai dari Almaz, Cortez, Confero, hingga Darion—namun dengan orientasi lebih global karena berbasis platform Starlight 560 dari Tiongkok yang telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Desain Eksterior: Tegas, Maskulin, dan SUV Sejati
BACA JUGA:Harga Terbaru Chery, Wuling dan VinFast Januari 2026: Mobil Hybrid dan Listrik Kian Murah!
Eksion tampil dengan filosofi desain bold dan masculine, berbeda dari tren SUV modern yang cenderung aerodinamis.
Bentuknya lebih boxy dengan garis tegas dan sudut tajam, menegaskan karakter SUV tradisional.
Bagian depan mengadopsi bahasa desain terbaru Wuling, mirip dengan Darion, dengan lampu proyektor, DRL horizontal, dan high beam terpisah.
Bumper depan bergaya bolted menambah kesan tangguh, sementara sisi samping dihiasi overfender hitam, aksen vertikal pada pintu, serta roof rail yang memperkuat identitas SUV.
Dimensi panjang 4,7 meter membuatnya sebanding dengan Mitsubishi Destinator, menjadikannya rival langsung di segmen SUV menengah.
Fitur tambahan seperti panoramic sunroof dan pelek 18 inci semakin meningkatkan daya tarik visual sekaligus fungsionalitas.
Spesifikasi Teknis: BEV dan PHEV untuk Mobilitas Masa Depan
Eksion hadir dengan dua pilihan powertrain: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Varian BEV diklaim mampu menempuh jarak hingga 530 km berdasarkan standar CLTC, mendekati performa Darion dengan baterai 69,2 kWh.
Motor listriknya diperkirakan menghasilkan tenaga 200 HP dan torsi 310 Nm, dengan penggerak roda depan.
Port fast charging CCS2 menjadi standar, menegaskan kesiapan Wuling terhadap infrastruktur global.