Makin Panas, Immanuel Ebenezer Ungkap Partai K yang Terlibat Kasus Pemerasan Sertifikasi K3: Tiga Huruf!

Senin 09 Feb 2026 - 14:49 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel pelan-pelan membuka bocoran partai yang disebut ada huruf K.

“Partai saya kerucutkan ya, kemarin kan (ada huruf) K. Sekarang, (terdiri dari) tiga huruf. Untuk sementara itu dulu,” kata Noel di ruang sidang Pengadiilan Tipikor Jakarta, dilansir Bacakoran.co dari Liputan6, Senin (9/2/2026).

Tetapi saat disinggung warna apa partai tiga huruf dimaksud, Noel enggan menyebut secara gamblang.

“Sudahlah,” tegas dia.

BACA JUGA:Respon Purbaya Biasa Saja dengan Steatment akan 'Di-Noelkan', Immanuel Ebenezer Ungkap Rasa Kecewa!

BACA JUGA:Immanuel Ebenezer Sebut Menkeu Purbaya akan 'di-Noelkan', Begini Responnya!

Noel ungkap fakta-fakta persidangan akan membuka secara terang benderang kasus pemerasan sertifikat K3 dan termasuk soal dugaan keterlibatan partai K.

“Bukan saya yang menyampaikan, tapi fakta persidangan, jaksa, lantas saksi-saksi menyampaikan. Bukan saya,” ucapnya.

Sebelumnya Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamemaker) Immanuel Ebenezer alias Noel menduga bahwa ada partai juga yang terlibat dalam kasus yang membelenggunya.

Ia menuding adanya ormas dan partai yang terlibat dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kemnaker.

Ini ia sampaikan langsung jelang sidang agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Awalnya, Noel membeberkan bahwa ormas yang terlibat bukanlah ormas yang berbasis agama.

BACA JUGA:Akui Tak Ingin Minta Abolisi, Immanuel Ebenezer Takkan Membebani Presiden Prabowo: Jangan Dibebani...

BACA JUGA:Sidang Perdana Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3: Immanuel Ebenezer Didampingi Munarman dan Aziz Yanuar

"Ormasnya dulu lah ya, ormasnya yang jelas tidak berbasis agama," ungkap Noel, Dilansir Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Senin (26/1/2026).

Kategori :