BACAKORAN.CO - Laporan investigasi terbaru dari Al Jazeera kembali memantik perhatian dunia internasional.
Media global berbasis di Qatar itu mengungkap temuan yang mengejutkan terkait konflik bersenjata di Jalur Gaza yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Dalam laporan khusus berjudul The Rest of the Story, Al Jazeera mendokumentasikan ribuan warga Palestina yang diklasifikasikan sebagai “evaporated” atau “menguap” akibat dampak senjata bersuhu sangat tinggi yang digunakan dalam serangan militer Israel.
Temuan tersebut bukan sekadar perkiraan.
BACA JUGA:Israel Tewaskan 4 Orang di Rafah, Ketegangan Gencatan Senjata Gaza Kembali Menguat
Berdasarkan data lapangan yang dihimpun tim pertahanan sipil Gaza, sedikitnya 2.842 orang dinyatakan hilang tanpa sisa jasad utuh.
Yang tersisa di lokasi serangan hanya percikan darah atau fragmen kecil jaringan tubuh.
Dalam laporan tersebut, juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, menjelaskan bahwa timnya menggunakan metode eliminasi untuk mengidentifikasi korban.
Metode ini dilakukan dengan cara membandingkan jumlah penghuni bangunan sebelum serangan dengan jumlah jenazah yang ditemukan setelahnya.
BACA JUGA:Serangan Udara Israel Kembali Guncang Gaza Saat Gencatan Senjata Berlaku dan Tewaskan 11 Orang
Jika terdapat selisih yang tidak dapat dijelaskan, dan pencarian menyeluruh hanya menemukan jejak biologis seperti percikan darah atau potongan kecil jaringan, maka korban tersebut dikategorikan sebagai “menguap”.
Bassal menegaskan bahwa data ini berasal dari dokumentasi langsung di lapangan, bukan estimasi statistik.
Salah satu kisah yang disorot dalam laporan tersebut adalah pengalaman Yasmin Mahani, warga Gaza yang kehilangan putranya, Saad, setelah serangan di Sekolah Al-Tabin pada 10 Agustus 2024.
Mahani mengaku melakukan pencarian intensif di reruntuhan bangunan, rumah sakit, hingga kamar mayat selama berhari-hari.
BACA JUGA:Kian Memanas, Ammar Zoni Ngamuk Nama Anak Dibawa di Persidangan, Makin Emosi Disebut Sebagai Bandar!