Kabar baik lainnya, mobil hybrid Mitsubishi nantinya akan diproduksi di Indonesia.
Artinya, bukan sekadar CBU (impor utuh), melainkan CKD atau produksi lokal.
Keuntungan produksi lokal bagi konsumen:
Harga lebih kompetitif
Ketersediaan unit lebih cepat
Spare part lebih mudah dan murah
Ini juga membuka peluang Indonesia menjadi basis ekspor mobil hybrid Mitsubishi ke negara lain.
Konsumsi BBM Bisa Tembus 27–28 Km/L
Berdasarkan data dari pasar Thailand, mobil hybrid Mitsubishi diklaim mampu mencatat konsumsi BBM di kisaran 27–28 km per liter untuk penggunaan kombinasi.
Sebagai perbandingan, beberapa mobil hybrid kompetitor mengklaim mampu menempuh lebih dari 1.000 km hanya dengan satu kali isi penuh tangki bahan bakar.
Jika angka ini benar-benar tercapai di Indonesia, maka Mitsubishi siap menjadi salah satu raja efisiensi di kelasnya.
Hybrid Lebih Realistis Dibanding Mobil Listrik?
Untuk kondisi Indonesia saat ini, mobil hybrid masih dianggap lebih “masuk akal” dibanding mobil listrik murni. Alasannya:
Tidak bergantung penuh pada charging station
Tidak ada istilah kehabisan daya baterai
Cocok untuk perjalanan jarak jauh