Tok! Segini HET Beras, Telor, Daging, Jika Ada Yang Bandel Berhadapan Satgas Pangan

Senin 16 Feb 2026 - 11:49 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Pemerintah tetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk bahan pokok jelang Ramadan dan Idulfitri. Jika ada yang melanggar, penjual dengan harga di atas HET bisa berhadapan dengan Satgas Pangan. 

Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa untuk beras, Pemerintah menyiapkan cadangan SPHP sebesar 1,5 juta ton. Untuk harga, maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.

Lanjut Mentan Amran, untuk beras stok nasional tercatat tertinggi sepanjang sejarah, mencapai sekitar 3,4 juta ton pada Februari, dua kali lipat dari kondisi normal yang berkisar 1–1,5 juta ton. Karena itu, tidak ada alasan beras naik. 

“Stok kita tertinggi sepanjang sejarah,” tegas Mentan Amran.

“Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp40.000, daging sapi Rp140.000. Semua harus patuh,” tegas Mentan Amran.

BACA JUGA:Kementan Bekukan 190 Pengecer dan Distributor Pupuk, Nakal Sih!

Dengan harga acuan HET ini, Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada sembilan komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat sebagai penyangga stabilitas pasokan.

Mentan Andi Amran Sulaiman yang juga sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan kondisi stok melimpah menjadi dasar pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali. Karena itu, seluruh pelaku usaha diminta tidak menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga ini pun belum swasembada, stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” tegas Mentan Amran.


Petani saat melakukan panan padi di sawah. Kini stok beras Indonesia melimpah. -Kementan-

Berdasarkan data neraca pangan nasional, komoditas yang telah swasembada dan surplus meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. 

BACA JUGA:Soal Tata Kelola Pupuk Subsidi Prinsip 7 Tepat, Ini Janji Kementan!

Surplus produksi tersebut menjadi bantalan kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Mentan Amran mencontohkan stok beras nasional saat ini tercatat tertinggi sepanjang sejarah. Ketersediaan daging dan komoditas protein hewani lainnya juga berada pada level aman, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor.

Untuk awal tahun 2026, BPS atau Badan Pisa Statistik juga mencatat potensi produksi yang masih menjanjikan. Pada periode Januari–Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG atau mengalami peningkatan 2,41 juta ton GKG (naik 15,80 persen) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kategori :