Jepang Layangkan Protes Keras ke China Usai Tuduhan Militerisme, Ketegangan Diplomatik Kembali Memanas

Senin 16 Feb 2026 - 18:13 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Hubungan diplomatik antara Jepang dan China kembali memasuki fase tegang setelah pemerintah Jepang secara resmi melayangkan protes keras terhadap pernyataan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Pernyataan tersebut dianggap provokatif dan tidak berdasar karena menuduh adanya upaya dari kelompok sayap kanan ekstrem di Jepang untuk menghidupkan kembali militerisme.

Ketegangan ini mencuat setelah Wang Yi menyampaikan komentarnya dalam forum internasional bergengsi, yaitu Konferensi Keamanan Munich, yang berlangsung di Jerman. 

Forum tersebut merupakan ajang pertemuan para pemimpin dan pejabat tinggi dunia untuk membahas isu keamanan global, termasuk stabilitas kawasan Asia Timur.

BACA JUGA:Transformasi Ivan Gunawan Turun 25 Kg Jelang Umrah Ramadan, Tampil Lebih Bugar dan Siap Jalani Ibadah Khusyuk

Dalam pidatonya, Wang Yi menyampaikan peringatan keras terkait arah kebijakan pertahanan Jepang.

Ia menyatakan bahwa rakyat Jepang seharusnya tidak membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh kelompok ekstremis yang dinilai berpotensi membawa kembali ideologi militerisme.

Pernyataan tersebut memicu reaksi cepat dari pemerintah Jepang.

Kementerian Luar Negeri Jepang secara tegas menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim yang tidak memiliki dasar fakta.

BACA JUGA:Kartawati PD Petro Prabu, Prabumulih Lapor Polisi Dilecehkan Direktur

Pemerintah Jepang menegaskan bahwa penguatan kemampuan pertahanan negara merupakan langkah defensif yang diperlukan untuk merespons situasi keamanan regional yang semakin kompleks dan penuh tantangan. 

Mereka juga menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak ditujukan untuk mengancam negara lain.

Selain itu, Tokyo juga menyampaikan protes resmi kepada Beijing melalui jalur diplomatik, menunjukkan bahwa pernyataan tersebut dianggap serius dan berpotensi merusak hubungan bilateral kedua negara.

Ketegangan antara Jepang dan China tidak terjadi secara tiba-tiba.

BACA JUGA:Komnas PA Jadwalkan Mediasi Lanjutan Virgoun dan Inara Rusli, Kepentingan Anak Jadi Fokus Utama

Kategori :