Insiden yang terekam kamera pengawas itu diyakini sebagai puncak dari rangkaian dugaan perlakuan kasar yang sebelumnya pernah dialami korban.
Atas pertimbangan tersebut, keluarga memutuskan untuk segera memberhentikan pelaku dari pekerjaannya sebagai pengasuh anak.
Di tengah viralnya kasus ini, sejumlah warga sekitar juga menyampaikan pengakuan bahwa ART tersebut diduga pernah melakukan tindakan kekerasan serupa di tempat lain.
Informasi tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku memiliki rekam jejak kekerasan terhadap anak yang diasuhnya.
BACA JUGA:Bea Cukai dan Polri Bongkar Laboratorium Sabu di Sunter, Lebih dari 13 Kg Narkotika Disita
BACA JUGA:Sabu 1 Kg Gagal Beredar di Muratara, Polisi Tangkap Nawawi, Residivis Narkoba dan Pengancaman
Meski tindakan penganiayaan tersebut terekam jelas dan memicu kemarahan publik, keluarga korban memilih untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.
Keputusan itu diambil dengan pertimbangan kemanusiaan dan kondisi keluarga pelaku.
“Kami memutuskan untuk tidak lapor ke aparat penegak hukum. Pertimbangannya karena pelaku memiliki empat anak yang masih butuh perhatian. Kami rasa sanksi sosial yang ia terima sekarang sudah cukup,” kata Fikri.
Hingga kini, anak korban penganiayaan tersebut masih berada dalam pendampingan keluarga.
Kasus ini berakhir dengan pemberhentian pelaku dari pekerjaannya, sementara keluarga korban memilih tidak menempuh jalur hukum.