“Kami sekarang sudah memiliki 23 ribu dapur. Setiap dapur mempekerjakan 50 orang di desa. Ibu-ibu yang sebelumnya tidak punya penghasilan, kini punya penghasilan,” jelasnya.
Selain aspek ketenagakerjaan, pemerintah menilai MBG berperan dalam memperkuat rantai pasok pangan lokal.
Kebutuhan bahan baku yang bersifat rutin dan terukur mendorong serapan hasil pertanian serta peternakan di sekitar wilayah dapur, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Pola ini dinilai meningkatkan kepastian pasar bagi petani, menjaga stabilitas harga di tingkat desa, dan mempercepat perputaran ekonomi lokal.
BACA JUGA:Viral Kekerasan Anak di Bandung: ART Terekam CCTV Aniaya Balita hingga Mimisan
Prabowo juga menyampaikan bahwa dampak lanjutan dari MBG mulai tercermin pada peningkatan konsumsi domestik dan aktivitas ekonomi desa.
Pemerintah memandang keterhubungan antara program gizi, penyerapan tenaga kerja, dan permintaan pangan lokal sebagai fondasi penguatan ekonomi dari lapisan bawah.
“Sehingga petani-petani sekitar memiliki jaminan pasar. Ini menghasilkan efek pengganda (multiplier effect) yang menciptakan semacam ledakan ekonomi dari bawah,” ujarnya.
Pemaparan Prabowo di forum bisnis internasional tersebut menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan efisiensi APBN sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan negara, bukan sekadar penghematan belanja.
Melalui relokasi anggaran yang terukur dan berorientasi pada hasil, Program Makan Bergizi Gratis diposisikan sebagai kebijakan sosial-ekonomi yang diarahkan untuk mendukung pembangunan desa serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.