Metode ini melatih tanaman tumbuh melebar mengikuti dinding atau pagar dengan bantuan kawat penyangga.
Tanaman seperti apel, pir, dan persik dwarf sangat cocok dibentuk dengan teknik ini.
Menurut Resprout, sistem espalier efektif untuk memaksimalkan lahan sempit karena tanaman diarahkan tumbuh vertikal tanpa memakan banyak ruang ke samping.
Selain hemat tempat, pencahayaan yang merata pada setiap cabang membantu pembentukan bunga lebih cepat.
BACA JUGA:Tak Banyak yang Tahu! 5 Tanaman Hias Ini Ternyata Cocok Hidup di Kamar Mandi
BACA JUGA:Tak Perlu Lahan Luas! Inilah Tanaman Merambat Konsumsi yang Bikin Kebun Rumah Super Produktif
Dengan pemangkasan rutin, energi tanaman terfokus pada produksi buah, sehingga masa panen bisa datang lebih singkat dibanding pohon yang tumbuh bebas.
Teknik ini juga menambah nilai estetika rumah karena tanaman yang menempel di dinding terlihat rapi dan artistik.
3. Kebun Buah Mini Sistem Spindle (Baris Rapat)
Bagi yang memiliki sedikit area tanah memanjang, sistem spindle atau baris rapat bisa menjadi pilihan produktif.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Tanaman Hias untuk Teras Rumah, Bikin Tampilan Lebih Elegan!
BACA JUGA:5 Tanaman Rambat Cantik untuk Pagar Rumah: Estetik, Sejuk, dan Mudah Dirawat!
Teknik ini umum digunakan pada apel dwarf dengan pola tanam berjarak sekitar 1–1,5 meter.
Tanaman dipelihara dengan satu batang utama dan cabang-cabang pendek sehingga bentuknya ramping dan terkontrol.
Keunggulan sistem ini terletak pada efisiensi ruang, kemudahan panen, serta kecenderungan tanaman lebih cepat berbuah karena energi tidak terbuang untuk pertumbuhan cabang berlebihan.
Varietas apel seperti Honeycrisp dan Gala tersedia dalam versi dwarf dengan tinggi rata-rata 2–3 meter, sehingga tetap nyaman dirawat di kebun rumah.