"Saya tidak bisa menjelaskan secara penuh rencana itu, tetapi kita akan berusaha melakukan maksimal demi hasil yang terbaik," imbuhnya.
Apalagi kenangan pahit masih membekas. Dimana pada pertemuan putaran pertama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United harus mengakui keunggulan PSIM dengan skor 1-3.
Hasil itu menjadi catatan penting, meski pada laga pra musim di tempat yang sama Laskar Mataram sempat tak berdaya setelah kebobolan enam gol tanpa balas.
Pelatih Johnny Jansenjuga sudah melakukan evaluasi atas penampilan anak asuhnya di laga-laga sebelumnya. Dia juga enggan menyalahkan sektor pertahanan atas gol-gol yang bersarang ke gawang Bali United di beberapa pertandingan terakhir.
“Tidak ada masalah di sektor pertahanan. Kami mulai mengalami kebobolan saat melawan Persik Kediri dan bisa dilihat bagaimana gol kebobolan kami terjadi. Secara keseluruhan terutama pertahanan sudah bagus,” ujar Johnny.
Pemain muda Bali United Kadek Arel Priyatna memahami situasi sulit yang tengah dihadapi timnya. Ia optimistis meraih hasil positif pada laga melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (23/2) malam nanti.
Sebab pertemuan kedua musim ini menjadi kesempatan bagi timnya untuk membuktikan bahwa periode sulit hanyalah fase sementara.
"Kami melihat laga menghadapi PSIM sangat penting. Apalagi kami di putaran kedua belum meraih kemenangan dan semoga kami bisa meraih hasil yang baik untuk kembali ke jalur positif," pungkas pemain Timnas Indonesia itu.