bacakoran.co

Geger! Selat Hormuz Ditutup Total? Menteri Bahlil Buka Suara Soal Stok Minyak Indonesia, Begini Kondisinya

Bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari, atau hampir seperlima dari total pasokan minyak dunia, melewati jalur tersebut.--CNBC Indonesia

BACAKORAN.CO - Pemerintah Indonesia saat ini tengah mewaspadai potensi dampak serius dari penutupan Selat Hormuz yang terjadi akibat eskalasi konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur laut paling vital di dunia karena menjadi titik transit utama bagi distribusi minyak mentah global.

Gangguan di kawasan tersebut otomatis menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi internasional, termasuk bagi Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa meskipun jalur strategis itu terganggu, pasokan energi nasional masih dalam kondisi terkendali.

BACA JUGA:Sedang Pegang Parang, Pria di Lubuklinggau Disergap Polisi, Ini Kasusnya

BACA JUGA:KPK Bongkar Kasus Korupsi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka!

Hal ini disampaikan usai rapat khusus Dewan Energi Nasional (DEN) yang berlangsung pada Selasa (3/3).

Rapat tersebut, menurut Bahlil, merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden agar pemerintah merespons cepat dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi.

“Hari ini saya didampingi oleh Pak Satya, anggota DEN, dan Pak Wamen. Kami baru selesai melakukan rapat DEN khusus membahas tentang dinamika global yang terkait dengan energi,” ujarnya.

Dalam rapat yang berlangsung selama dua jam itu, salah satu isu utama yang dibahas adalah penutupan Selat Hormuz.

BACA JUGA:Iran Tuduh Israel Dalang Serangan Fasilitas Saudi Aramco, Situasi Timur Tengah Memanas

BACA JUGA:Komplotan Pencuri Masuk Kontrakan Setelah Bongkar Atap Genteng, Korban Alami Kerugian Hingga Rp 40 Juta

Bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari, atau hampir seperlima dari total pasokan minyak dunia, melewati jalur tersebut.

Angka ini menegaskan posisi Selat Hormuz sebagai chokepoint paling strategis dalam perdagangan energi global.

Geger! Selat Hormuz Ditutup Total? Menteri Bahlil Buka Suara Soal Stok Minyak Indonesia, Begini Kondisinya

Ayu

Ayu


bacakoran.co - pemerintah indonesia saat ini tengah mewaspadai potensi dampak serius dari penutupan selat hormuz yang terjadi akibat eskalasi konflik geopolitik antara israel, amerika serikat, dan iran.

selat hormuz dikenal sebagai salah satu jalur laut paling vital di dunia karena menjadi titik transit utama bagi distribusi minyak mentah global.

gangguan di kawasan tersebut otomatis menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi internasional, termasuk bagi indonesia.

menteri energi dan sumber daya mineral (esdm), bahlil lahadalia, menegaskan bahwa meskipun jalur strategis itu terganggu, pasokan energi nasional masih dalam kondisi terkendali.

hal ini disampaikan usai rapat khusus dewan energi nasional (den) yang berlangsung pada selasa (3/3).

rapat tersebut, menurut bahlil, merupakan tindak lanjut langsung dari arahan presiden agar pemerintah merespons cepat dinamika global yang berpotensi memengaruhi sektor energi.

“hari ini saya didampingi oleh pak satya, anggota den, dan pak wamen. kami baru selesai melakukan rapat den khusus membahas tentang dinamika global yang terkait dengan energi,” ujarnya.

dalam rapat yang berlangsung selama dua jam itu, salah satu isu utama yang dibahas adalah penutupan selat hormuz.

bahlil menjelaskan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari, atau hampir seperlima dari total pasokan minyak dunia, melewati jalur tersebut.

angka ini menegaskan posisi selat hormuz sebagai chokepoint paling strategis dalam perdagangan energi global.

“di selat hormuz itu melewati kurang lebih sekitar 20,1 juta barrel per day. jadi supply global itu 20,1 juta barrel per day,” tegasnya.

meski demikian, ia memastikan ketergantungan indonesia terhadap jalur tersebut relatif terbatas.

dari hasil pendalaman rapat, impor minyak mentah indonesia dari kawasan timur tengah yang melewati selat hormuz hanya sekitar 20–25 persen dari total impor nasional.

selebihnya, indonesia memperoleh pasokan dari afrika (angola), amerika, brazil, dan beberapa negara lain.

diversifikasi sumber pasokan ini dinilai menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global.

pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan serta harga energi domestik.

dengan komposisi impor yang tersebar dari berbagai kawasan, dampak langsung penutupan selat hormuz terhadap ketersediaan energi nasional diyakini dapat diminimalkan.

namun, bahlil mengingatkan bahwa risiko kenaikan harga energi global tetap menjadi perhatian serius.

pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan masyarakat tidak terdampak secara signifikan oleh gejolak geopolitik internasional.

Tag
Share