BACA JUGA:Trump Meledak! Mahkamah Agung Disebut Memalukan Gara-Gara Tarif Impor
Ia menyebut telah menunggu proses selama empat bulan dan berharap anak-anaknya memiliki “paspor kuat.”
Publik kemudian menelusuri riwayat pendidikan pasangan tersebut dan mempertanyakan komitmen pengabdian mereka.
Tias sudah menyampaikan permintaan maaf, mengakui ucapannya lahir dari rasa kecewa terhadap kondisi di Indonesia, namun menyadari pernyataan itu melukai banyak pihak.
Kasus Lain yang Jadi Sorotan
Di tengah polemik LPDP, sejumlah peristiwa lain juga mencuat:
BACA JUGA:Baru Sepekan Menjabat, AKBP Catur Diganti! Kapolres Bima Kota Kini Dipimpin AKBP Hariyanto, Kenapa?
BACA JUGA:Kasus Jemaah Umrah Sakit di Muscat, Kemenhaj Tegaskan Perlindungan Total!
- Di Tual, Maluku, seorang pelajar 14 tahun meninggal diduga akibat penganiayaan oknum Brimob.
- Di Sukabumi, Jawa Barat, remaja 12 tahun tewas diduga dianiaya ibu tiri.
- Di Papua Pegunungan, Satgas Damai Cartenz menangkap dua buronan KKB di Yahukimo.
Berbagai kasus ini menunjukkan dinamika hukum dan sosial yang tengah berlangsung.
BACA JUGA:Presiden Lebanon Kutuk Serangan Israel, 12 Orang Tewas di Tengah Gencatan Senjata
BACA JUGA:Polisi Gagalkan Peredaran Hampir 19 Kg Ganja di Jakarta Barat, Satu Tersangka Diamankan
Namun polemik LPDP tetap menjadi sorotan utama karena menyangkut moral, nasionalisme, dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara.