Tragedi Warga Ghana di Perang Ukraina: 55 Tewas Setelah Diduga Direkrut Secara Ilegal oleh Jaringan Rusia

Sabtu 28 Feb 2026 - 10:10 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Kisah pilu datang dari Afrika Barat.

Pemerintah Ghana mengungkap fakta mengejutkan bahwa puluhan warganya tewas setelah diduga direkrut secara ilegal untuk ikut berperang dalam konflik antara Russia dan Ukraine.

Menteri Luar Negeri Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, mengonfirmasi bahwa sedikitnya 55 warga Ghana kehilangan nyawa mereka di medan perang yang sebenarnya bukan konflik negara mereka.

Kasus ini membuka tabir gelap tentang praktik perekrutan ilegal yang memanfaatkan warga negara Afrika dengan janji palsu pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik, namun justru berujung pada tragedi.

BACA JUGA:Cara Supaya Suami Tidak Pelit! Panduan Lengkap dari Syareat hingga Strategi Keuangan Rumah Tangga

Menurut laporan yang dikutip dari AFP, pemerintah Ghana telah menerima informasi bahwa sekitar 272 warganya diyakini telah direkrut sejak tahun 2022.

Mereka diduga dipikat dengan berbagai iming-iming, seperti pekerjaan bergaji tinggi, kesempatan tinggal di luar negeri, atau masa depan yang lebih cerah.

Namun kenyataannya, mereka justru ditempatkan di garis depan konflik bersenjata yang sangat berbahaya.

Dari jumlah tersebut:

- 55 warga Ghana dilaporkan tewas

BACA JUGA:GRATIS! Kemnaker Buka 70.000 Kuota Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Daftar Sekarang Sebelum Penuh

- 2 orang ditangkap sebagai tawanan perang

- Sisanya masih dalam penelusuran dan statusnya belum sepenuhnya jelas

Ablakwa menegaskan bahwa para korban bukanlah tentara profesional, melainkan warga sipil yang menjadi korban manipulasi dan informasi palsu dari jaringan kriminal internasional.

Ia menekankan bahwa ini bukan sekadar statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang berdampak besar bagi keluarga dan masa depan negara.

Kategori :