Fenomena ini ternyata tidak hanya menimpa Ghana.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara Afrika mulai menyadari bahwa warganya juga menjadi target jaringan perekrutan ilegal.
Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, lebih dari 1.780 warga Afrika dari 36 negara dilaporkan terlibat dalam konflik sebagai bagian dari pasukan Rusia.
Banyak dari mereka diduga direkrut melalui:
- Agen tenaga kerja ilegal
- Iklan pekerjaan palsu
- Janji pendidikan atau visa kerja
- Informasi yang dimanipulasi melalui media sosial
BACA JUGA:KPK Tahan Budiman Bayu Prasojo, Pegawai Bea Cukai Simpan Rp5 Miliar di Safe House
Setelah tiba di wilayah konflik, para korban sering kali tidak memiliki pilihan selain mengikuti perintah militer.
Sebagai respons atas tragedi ini, Ablakwa mengumumkan bahwa ia akan melakukan perjalanan ke Kyiv untuk membahas nasib dua warga Ghana yang saat ini ditahan sebagai tawanan perang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya diplomatik Ghana untuk:
- Melindungi warganya di luar negeri
- Memastikan keselamatan warga yang masih hidup
- Mengungkap jaringan perekrutan ilegal