BACAKORAN.CO - Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental, termasuk peristiwa tragis seperti bunuh diri pada anak dan remaja, kini menjadi perhatian serius pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa kesehatan mental harus menjadi agenda strategis nasional yang tidak bisa lagi diabaikan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik bertema penguatan ketahanan psikososial di Universitas Indonesia Kampus Salemba, Jakarta, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Cak Imin menekankan bahwa kesehatan mental bukan lagi isu pinggiran, melainkan fondasi utama bagi pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Pertamina: Kerry Adrianto Riza Dijatuhi 15 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar!
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan.
Sekitar 28 juta penduduk Indonesia diketahui mengalami berbagai bentuk gangguan kesehatan mental, mulai dari stres berat, depresi, kecemasan, hingga gangguan psikologis serius lainnya.
Angka tersebut diibaratkan sebagai fenomena “gunung es”.
Artinya, jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar karena masih banyak kasus yang tidak terdeteksi atau tidak dilaporkan.
BACA JUGA:KPK Tahan Budiman Bayu Prasojo, Pegawai Bea Cukai Simpan Rp5 Miliar di Safe House
Beberapa faktor utama yang memicu meningkatnya gangguan kesehatan mental di Indonesia antara lain:
- Tekanan ekonomi dan kemiskinan struktural
- Beban sosial dan tuntutan kehidupan modern
- Minimnya akses layanan kesehatan mental
- Rendahnya literasi masyarakat tentang kesehatan jiwa