BACAKORAN.CO - Tak butuh waktu lama, dunia diguncang oleh kabar mengejutkan: Iran melancarkan serangan balasan yang menghantam markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.
Serangan rudal tersebut secara langsung menargetkan Pusat Layanan Armada ke-5 AS di Manama, sebuah lokasi yang selama ini dikenal sebagai pusat kekuatan maritim Amerika di kawasan Timur Tengah.
Pihak berwenang Bahrain segera mengonfirmasi insiden ini, menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang terang-terangan, sekaligus memicu eskalasi ketegangan regional.
Asap tebal dilaporkan membumbung dari daerah Juffair di Manama, tempat pangkalan angkatan laut Amerika berada.
BACA JUGA:Geger, Sosial Media Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau Bikin Heboh Warganet, Ada Apa?
Otoritas Bahrain segera mengaktifkan protokol darurat di seluruh kerajaan, menandakan betapa seriusnya ancaman yang baru saja terjadi.
Pusat Komunikasi Nasional Bahrain menyampaikan bahwa informasi lebih detail mengenai serangan Iran akan segera diumumkan.
Namun jelas bahwa serangan ini merupakan langkah balasan signifikan terhadap kehadiran militer Amerika di kawasan.
Armada ke-5 Amerika sendiri merupakan bagian dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas pengawasan sekitar 2,5 juta mil persegi perairan.
BACA JUGA:Misteri Potongan Tubuh di Pantai Bali: Polisi Curiga Korban Mutilasi WNA Ukraina!
Wilayah operasinya mencakup Teluk Persia, Laut Merah, Teluk Oman, hingga sebagian Samudra Hindia.
Bermarkas di Naval Support Activity (NSA) Bahrain, armada ini berfungsi sebagai pusat operasional utama bagi pasukan maritim Amerika dan koalisi internasional.
Kehadirannya biasanya melibatkan kelompok serang kapal induk, pasukan amfibi, kapal tempur permukaan, hingga pesawat militer dalam jumlah besar.