BACAKORAN.CO -- Situasi di kawasan Timur Tengah sejak beberapa hari ini kembali memanas. Hal itu terjadi pasca serangan Israel dan sekutunya Amerika Serikat ke Negara Iran.
Konflik di timur tengah itu berdampak kepada bangsa Indonesia khususnya terhadap jemaah umrah yang kini masih berada di Saudi Arabia yaitu di Mekah dan Madinah.
Informasinya, sejumlah layanan penerbangan ke Arab Saudi termasuk pesawat jemaah umrah Indonesia ditunda kepulangannya kembali ke Indoensia. Selain itu aktifitas di bandara juga dihentikan sehingga membuat jemaah yang hendak berangkat umrah juga tertunda keberangkatannya.
Lalu bagaimana dampaknya dengan rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026?
BACA JUGA:Serangan AS-Israel ke Iran, MUI Desak RI Cabut Keanggotaan dari Board of Peace
Kementerian Haji dan Umrah RI dalam siaran pers resminya, Senin 2 Maret 2026 yang disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan jika saat ini terus memantau perkembangan situasi.
"Jamaah Haji yang akan berangkat di tahun 2026 atau 1447 Hijriah, maupun keluarga, kami ingin menyampaikan bahwasannya persiapan penyelenggaraan Haji di 2026-1447 Hijriah itu berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan rencana,"jelasnya.
"Belum ada dampak-dampak yang signifikan terhadap proses perencanaan dan persiapan penyelenggaraan Haji di 2026,"imbuhnya.
Dahnil berharap mudah-mudahan penyelenggaraan Haji di 2026 bisa berjalan lancar, tidak terdampak dari konflik di Timur Tengah."Mudah-mudahan konflik di Timur Tengah bisa selesai bisa kembali reda dalam waktu dekat,"katanya.
Oleh sebab kata Dahnil, pihaknya mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar persiapan Haji di 2026 berjalan lancar dan konflik di Timur Tengah itu bisa mereda sehingga dan Jamaah bisa menunaikan ibadah dengan khusyuk.
Sementara itu, terkait dengan dinamika yang sedang terjadi di Timur Tengah yang berdampak langsung dengan Saudi Arabia, terutama di Tanah Suci, yaitu Mekah dan Madinah, Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri.
Koordinasi dilakukan terutama terkait dengan Jamaah Umroh yang sedang beribadah di Tanah Suci maupun yang akan berangkat ke Tanah Suci. "Pertama, kami ingin menyampaikan menghimbau kepada seluruh Jamaah Umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat, itu untuk menunda keberangkatan sementara, sampai dengan kondisivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah.