Iran Tuduh Israel Dalang Serangan Fasilitas Saudi Aramco, Situasi Timur Tengah Memanas

Selasa 03 Mar 2026 - 12:37 WIB
Reporter : Melly
Editor : Melly

BACAKORAN.CO - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran menuding Israel sebagai aktor di balik serangan terhadap fasilitas minyak raksasa Saudi Aramco di Arab Saudi pada Senin (2/3/2026) pagi waktu setempat.

Teheran menyebut insiden tersebut sebagai bagian dari operasi “bendera palsu” atau false flag operation yang dituduhkan dilakukan Tel Aviv.

Tuduhan ini pertama kali dilaporkan kantor berita Tasnim yang mengutip sumber militer Iran.

Menurut sumber tersebut, serangan terhadap fasilitas minyak Saudi bukanlah bagian dari operasi Iran, melainkan upaya Israel untuk mengalihkan perhatian internasional.

BACA JUGA:Geger! Gubernur Riau Abdul Wahid Didakwa Kasus ‘Jatah Preman’ Rp7 Miliar

Dalam istilah militer dan politik, operasi bendera palsu merujuk pada tindakan yang dirancang untuk menyalahkan pihak lain atas suatu serangan atau insiden. 

Iran menilai serangan terhadap fasilitas Aramco bertujuan menciptakan persepsi bahwa Teheran menyerang infrastruktur energi kawasan.

Sumber militer Iran menyatakan bahwa sejak awal, Teheran telah secara terbuka mengumumkan hanya akan menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan, menyusul gelombang serangan yang dilaporkan terjadi sejak akhir Februari.

“Iran telah secara terang-terangan mengumumkan targetnya, dan fasilitas Aramco tidak termasuk di dalam daftar tersebut,” demikian pernyataan sumber tersebut seperti dikutip Tasnim.

BACA JUGA:Kasus 'Jatah Preman' Berlanjut, Gubernur Riau akan Segera Disidang, KPK Ungkap Ini!

Insiden ini mencuat setelah Arab Saudi melaporkan telah mencegat dua drone yang mengarah ke kilang minyak Ras Tanura, salah satu fasilitas pengolahan dan ekspor minyak terbesar di dunia.

Ras Tanura dikenal sebagai jantung ekspor minyak global yang memasok jutaan barel per hari ke pasar internasional.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Turki al-Maliki, menjelaskan bahwa puing drone yang jatuh menyebabkan kebakaran kecil.

Namun, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka di kalangan warga sipil.

Sebagai langkah pencegahan, otoritas Saudi Aramco sempat menghentikan sementara operasional di fasilitas tersebut guna memastikan keamanan dan stabilitas produksi.

Kategori :