BACA JUGA:Gerhana Bulan Ramadan 1447H (3 Maret 2026) Puncaknya Kapan? Ini Ajaran Islam dan Cara Maknainya
Serangan terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah selalu menimbulkan kekhawatiran pasar global.
Kawasan Teluk merupakan salah satu pusat produksi dan distribusi energi terbesar di dunia.
Gangguan sekecil apa pun bisa berdampak pada harga minyak mentah internasional.
Penutupan sementara Ras Tanura memicu spekulasi pasar dan meningkatkan volatilitas harga minyak.
Para analis menilai, jika eskalasi terus berlanjut, risiko terhadap rantai pasok energi global bisa semakin besar.
BACA JUGA:Bandara Hingga Hotel Mewah Rusak di Dubai Gegara Serangan Rudal Iran: UEA Tutup Kedutaan di Iran
Dalam pernyataan lanjutan, sumber militer Iran juga menyebut pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) sebagai target berikutnya dari dugaan operasi bendera palsu Israel.
Pelabuhan Fujairah merupakan salah satu pusat distribusi minyak strategis di luar Selat Hormuz.
Menurut klaim tersebut, Israel disebut berencana menyerang fasilitas energi lain di kawasan guna memperluas ketegangan regional.
Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi independen terkait tuduhan tersebut.
Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Gelombang serangan dan aksi balasan dilaporkan terjadi sejak akhir Februari, memperbesar risiko konflik terbuka.
Iran menegaskan bahwa setiap tindakan militernya ditujukan pada kepentingan AS dan Israel, bukan negara-negara Teluk.
Namun, tudingan terhadap Israel sebagai pelaku serangan Aramco menambah kompleksitas dinamika kawasan.