BACA JUGA:Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Sulap ART Jadi Dirut, Ini Tugas dan Perannya!
BACA JUGA:Hanya Bermodal Nik KTP, Bansos PKH dan BPNT Sudah Cair 90 Persen, Cek Info Penerima Disini!
Gelar keagamaan yang dimilikinya adalah Hojjatoleslam, satu tingkat di bawah Ayatollah.
Hal ini memicu perdebatan mengenai kredensial keagamaannya untuk menduduki posisi tertinggi.
Selain itu, Mojtaba pernah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat pada 2019 karena dianggap mewakili kepentingan ayahnya dalam kapasitas resmi.
Washington menuduhnya bekerja sama dengan Pasukan Quds IRGC dan milisi Basij untuk memperkuat agenda regional Iran.
BACA JUGA:Tangis Sahabat Pecah di Pemakaman Vidi Aldiano, Dunia Hiburan Kehilangan Bintang!
BACA JUGA:Viral! Aksi 5 Mobil Konvoi Zig-Zag di Tol Becakayu, Para Pengemudi Minta Maaf: Hanya Sebatas Konten
Namanya juga kerap muncul dalam kontroversi, termasuk saat gelombang protes besar pada 2022 setelah kematian Mahsa Amini.
Kini, dengan posisinya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba menghadapi tantangan besar.
Di satu sisi, ia memiliki dukungan kuat dari aparat keamanan dan kelompok garis keras.
Namun di sisi lain, masyarakat Iran semakin vokal menuntut kebebasan yang lebih luas.
BACA JUGA:Penyanyi Vidi Aldiano Wafat, Prosesi Pemakaman di Tanah Kusir Digelar Pagi Ini
BACA JUGA:Serangan Iran ke Negara Teluk Makin Brutal: Dubai hingga Qatar Diguncang Rudal dan Drone
Bagaimana ia menavigasi tekanan internal dan eksternal akan sangat menentukan arah masa depan Iran, baik dalam kebijakan domestik maupun hubungan internasional.