Panik, Trump Desak Negara Lain untuk Amankan Pelayaran di Selat Hormuz agar Tetap Terbuka!

Minggu 15 Mar 2026 - 13:49 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump desak negara-negara lain untuk kirimkan  kapal perang dan menjaga Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi pelayaran.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz, jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman.

Seperti yang diketahui jalur pelayaran vital itu terganggu efek dari perang AS dan Israel dengan Iran.

Beberapa kapal terjebak dan tidak bisa lewat sampai memicu gelojak harga minyak hingga naik 40 persen.

BACA JUGA:Kian Memanas, Hamas Ingatkan Iran untuk Stop Serang Negara Teluk, Ini Alasannya!

BACA JUGA:Pidato Pertama Pemimpin Baru Iran: Ancaman Panas ke AS, Ini Pesannya!

"Negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur itu, dan kami akan membantu, sangat banyak!" tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, dilansir Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Minggu (15/3/2026).

"AS juga akan berkoordinasi dengan negara-negara tersebut agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik," imbuh Trump.

Sebelumnya pemerintah Indonesia saat ini tengah mewaspadai potensi dampak serius dari penutupan Selat Hormuz yang terjadi akibat eskalasi konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur laut paling vital di dunia karena menjadi titik transit utama bagi distribusi minyak mentah global.

Gangguan di kawasan tersebut otomatis menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi internasional, termasuk bagi Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa meskipun jalur strategis itu terganggu, pasokan energi nasional masih dalam kondisi terkendali.

BACA JUGA:Sedang Pegang Parang, Pria di Lubuklinggau Disergap Polisi, Ini Kasusnya

BACA JUGA:KPK Bongkar Kasus Korupsi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka!

Hal ini disampaikan usai rapat khusus Dewan Energi Nasional (DEN) yang berlangsung pada Selasa (3/3).

Kategori :