Disebutkan bahwa rudal balistik Kheibar digunakan pada serangan tersebut.
Tapi sejauh ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut.
BACA JUGA:Eks Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel Guncang Teheran
Rudal Kheibar pertama kali diluncurkan tahun 2022.
Jangkauan dan akurasinya menarik perhatian para pejabat keamanan nasional di Eropa dan Israel, serta para ahli yang memantau kemajuan teknologi militer Iran.
Media New York Times melaporkan, Kheibar berbahan bakar padat dan dilengkapi sistem panduan canggih untuk mengenai target.
Rudal itu memiliki jangkauan 1.450 kilometer.
BACA JUGA:Doha Diguncang! Rudal Iran Hantam Qatar, 8 Orang Terluka
BACA JUGA:Pasca Tewasnya Ali Khamenei, 4 Tokoh Ini Digadang Jadi Pemimpin Tertinggi Iran Berikutnya
Sebelumnya Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik kritis setelah serangkaian ledakan keras mengguncang langit Yerusalem.
Insiden dramatis ini terjadi hanya beberapa saat setelah militer Israel mengonfirmasi adanya peluncuran rudal dari Iran yang mengarah ke wilayahnya.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, 1 Maret 2026 waktu setempat, dan langsung memicu sirene peringatan di berbagai wilayah kota.
Suara ledakan yang menggema di udara menimbulkan kepanikan di kalangan warga, yang bergegas mencari perlindungan di bunker dan area aman.
Menurut laporan kantor berita AFP, sistem pertahanan Israel segera diaktifkan untuk merespons ancaman tersebut, menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang semakin memanas antara kedua negara.