Donald Trump Desak Negara Bantu Amankan Selat Hormuz, Reaksi China Jadi Sorotan!

Jumat 20 Mar 2026 - 12:30 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Pemerintah China dengan tegas tidak akan memberikan bantuan kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang terblokir akibat ketegangan militer.

Keputusan ini muncul setelah Presiden Donald Trump meminta bantuan Beijing untuk mengamankan jalur perdagangan minyak vital ini di tengah AS yang kian terperosok dalam konflik di Timur Tengah pada Rabu, (18/03/2026).

Kementerian Luar Negeri China berikan respon yang tidak pasti ketika ditanya apakah pihaknya akan membantu membuka kembali selat tersebut, namun mereka justru mendesak penghentian eskalasi.

Direktur program China di Stimson Center, Sun Yun menilai bahwa permintaan Trump terkait Iran kini menjadi tidak terlalu mendesak untuk dipenuhi oleh Beijing.

BACA JUGA:Donald Trump Panas Dingin, Berjanji Serangan Israel Tak Akan Hantan Iran Lagi, Begini!

BACA JUGA:Kian Memanas, Iran Siapkan Rudal Haj Qasem, AS dan Israel Ketar ketir?

Menurut Yun, para diplomat China justru sedang sibuk menjalin hubungan dengan negara-negara di Timur Tengah lainny.

Dan menjanjikan peran konstruktif dalam meredakan ketegangan serta memulihkan perdamaian tanpa harus mengikuti keinginan Washington.

"Saya rasa sebagian besar pakar dan pejabat China percaya bahwa Amerika Serikat sedang merusak dirinya sendiri, jadi mereka hanya perlu menyingkir dari jalan tersebut," kata Cooper dikutip Arab News, Rabu (18/3/2026).

Sementara itu, para sekutu AS menolak untuk ikut campur dalam mengamankan selat tersebut.

BACA JUGA:Kian Memanas, Hamas Ingatkan Iran untuk Stop Serang Negara Teluk, Ini Alasannya!

BACA JUGA:Korea Utara Dukung Penuh Iran Dipimpin oleh Motjaba Khamenei, Kutuk Keras AS!

Yang memicu kekhawatiran bahwa China sebagai rival geopolitik utama AS justru akan diuntungkan dari perang yang dianggap banyak pihak tidak terencana ini.

Sebelumya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump desak negara-negara lain untuk kirimkan  kapal perang dan menjaga Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi pelayaran.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia biasanya melewati Selat Hormuz, jalur laut sempit yang berada di antara Iran dan Oman.

Kategori :